47. MENGINAP

376 17 1
                                        

***

Alina tertinggal jauh oleh nya. dari jauh, terlihat bahwa pintu kamar nya terbuka lebar. Alina tidak begitu mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Asher. Namun, ia tidak berani memasuki kamar nya dan hanya berani mengintip sembari menunggu nya di sebelah pintu.

Cukup terkejut ketika ia tidak sengaja melihat isi lemari nya. Karena tidak ada satu pun baju atau setelan yang menggambarkan bahwa dirinya adalah perempuan.

Saat fokus nya tertuju oleh isi lemari nya, tetiba Asher membalikkan tubuh nya dan mereka sempat melakukan kontak mata. Terasa berbeda saat ketika mereka berada di mall.

Merasa canggung,Alina memutuskan kontak matanya dan tanpa sepatah kata pun, Asher langsung melemparkan handuk ke pundak nya dan pergi memasuki kamar mandi nya.

"eh...kok gak masuk nak?" ucap Charlotte yang kebetulan sedang mencari sesuatu di lantai 2, dimana kamar Asher di tempatkan

"oh...Asher nya.." baru saja ingin ber-alasan, tetiba pundak nya di dorong memasuki kamar itu dan Charlotte menyuruhnya untuk duduk di sofa yang ada di sana.

"maaf in Asher ya...dia belum bisa ngendali in emosi nya kadang..." Charlotte berusaha untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi terhadap Asher,yang bahkan Alina sendiri tidak mengerti apa yang Charlotte maksud.

"uhm...ah..iyaa tante, gapapa kok...!"

"...tante balik lagi yaa, tante sama mama pengen eksperimen bikin cookies soalnya..."

"iyaa tantee, semangatt!!"

"...kalau ada apa-apa turun aja ya, langsung panggil tante. Oke?"

"iyaa tantee...!"

Sembari menunggu Asher, ia berjalan mengelilingi kamar nya yang penuh akan karya dan barang-barang unik dan antik. Banyak lukisan yang Asher lukis, menggantung di dinding kamar nya. Ada banyak juga medali emas yang ia dapatkan dari olimpiade karate dan olimpiade lain nya.

Hal yang tidak Alina cari pun ketemu. Asher memajang foto masa kecil nya di meja, bersama karya-karya buatan nya hal itu membuat kamar nya menjadi lebih indah lagi.

Alina meraih foto nya, dan ia sangat merasa gemas. Karena se dari kecil nya, outfit Asher sudah sangatlah keren. Senyum nya masih sangat natural kala itu.

Di sela-sela senyumnya, ia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. pertanda bahwa Asher sudah selesai mandi. Namun, alih-alih bersiap untuk gilirannya, ia justru terpaku. Senyumnya perlahan memudar, terpesona oleh sosok yang baru saja keluar.

Asher keluar dengan mengenakan kaus hitam dan celana pendek berwarna senada. Wajahnya yang tampak segar membuat Alina benar-benar terpukau. Sambil mengeringkan rambut dengan handuk, ia berjalan menuju tempat tidurnya.

Merasa diperhatikan, Asher menatap kembali Alina dengan tatapan yang datar.

"uhmm...i-ini baju nya kan ya?...aku mandi dulu ya.." ucap Alina dengan nada nya yang bergetar gugup

Alina memasuki kamar mandi, dan mengunci nya dengan terburu-buru karena merasa sangat gugup.

Disisi lain, Asher berbaring di sofa nya sembari membaca buku. Kaki nya melewati batas sofa. Yang membuat dirinya tidak begitu nyaman berbaring di sofa tersebut.

Beberapa saat kemudian, Alina pun sudah selesai mandi. Dengan langkah dan gerak-gerik nya yang gugup, ia duduk di atas kasur, menghadap kearah Asher.

"kamu...belum mau tidur kah?" ucap nya

"duluan aja..." balas nya dengan nada dan ekspresi yang datar

"ah...oke..."

Alina kemudian menarik selimut nya, berbaring miring ke arah Asher. Melihat Asher yang sedang membaca buku dengan posisi satu tangan nya berada di kepala untuk menahan kepala nya membuat Alina semakin jatuh hati dengan nya. Ia tidak percaya hal seperti ini bisa terjadi dalam hidup nya.

Forced To Be A BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang