***
Bulan demi bulan pun berlalu, kini mereka sudah berada di pertengahan semester.
Dan meskipun hubungan mereka sudah berjalan selama 3 bulan, Alina tetap merasa tidak ada perubahan dari sikap Asher. Ia terlalu menyepele-kan, bersikap dingin, dan selalu cuek kepada Alina. Tidak seperti apa yang terjadi di awal mereka dekat, Kepala nya penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat nya menjadi orang yang lebih emosional.
***
Pada sore hari pukul 17.00 WIB, Asher menjemput Alina di rumah nya untuk pergi ke salah satu restoran mewah yang berjarak cukup jauh dari rumah keduanya. Baru hendak masuk kedalam mobil, Alina langsung terpaku saat Melihat outfit Asher yang terlihat sangat tidak serasi dengan nya. Bagaimana tidak? Asher hanya menggunakan pakaian santai yang berupa hoddie berwarna navy dan baggy jeans yang juga berwarna navy. Sedangkan outfit yang di pakai oleh Alina terlihat sangat anggun, sexy, dan memanjakan mata, terlihat jelas bahwa pakaian yang di kenakan nya sangatlah cocok dengan tema restoran yang akan mereka hadiri.
Tanpa berfikir panjang, Alina langsung memarahi Asher dengan nada suara yang tinggi.
"lho, kamu gimana sih? kan udah aku bilang kalau kita bakal ke resto fancy, kenapa kamu malah pake outfit kaya gini?! kamu tuh sebenernya mau ngedate sama aku atau mau main sama temen-temen kamu sih?!?! dari kemarin lho sher, aku udah tentuin buat kamu pake baju apa! kenapaa sihh? apa susah nyaa?!?!" Amarah nya begitu meluap
𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒅𝒖𝒍𝒊 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑨𝒍𝒊𝒏𝒂 𝒖𝒄𝒂𝒑𝒌𝒂𝒏, 𝑨𝒔𝒉𝒆𝒓 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒅𝒊𝒂𝒎, 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒕𝒂𝒑 𝒏𝒚𝒂, 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒖𝒔𝒂𝒑-𝒖𝒔𝒂𝒑 𝒓𝒂𝒎𝒃𝒖𝒕 𝒅𝒊 𝒔𝒊𝒔𝒊 𝒌𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒂𝒍𝒂𝒔.
"heyy!! kamu denger aku gak sih?!?!"
"...." Asher hanya membengung menatap kearah luar mobil
"Asher!! aku selama ini udah sabar ya ngehadapin sikap kamu, dari semenjak kita rutin ketemu kamu tuh jadi aneh tau gak! niat sebenernya kamu jadian sama aku tuh apa sih?! hah?! kamu tuh gak pernah ya, yang nama nya perhatian sama aku, manja in aku, atau apalah itu. kenapa sih?!"
"...."
"masih diem juga?! tch! emang bener ya kata orang-orang, hubungan banyak yang kandas di bulan ke-tiga. Gak heran aku sekarang!"
"jadi maksud lo, lo mau nyelesai in hubungan ini sekarang juga, kan?" ucap Asher dengan nada ciri khas nya yang santai
"iya! kenapa?! mau kan?! ini yang selama ini lo mau in kan?!"
"nyesel aku nolak belasan orang cuma buat orang kayak kamu! ada gitu manusia yang pacaran selama 3 bulan tapi gak ada kemajuan sama sekali? tch! siapa juga yang gak muak."
"lho, kalau begitu kenapa gak lu pacarin aja belasan orang itu? siapa juga yang maksa lu buat jadian sama gua?"
"lho, kenapa jadi kamu ya yang playing victim?! kamu gak inget siapa yang mulai hubungan sexual itu?! hah?! kalau dulu kamu gak kayak gitu, akhirnya juga gak bakal kayak gini sher!"
"tch..." Asher tersenyum tipis saat Alina mulai membahas hubungan intim yang pertama kali mereka lakukan.
"haha, dengan bodohnya lo nanya kenapa gua gak pernah perhatian, manja in, atau bahkan peduli?, hal kayak gitu aja harus nanya apa alasan nya? ya jelas karna gua gak pernah naruh perasaan sedikit pun ke lo. gua 100% cuma guna in lo buat kepuas an dan kesenangan Charlotte semata, gak ada yang lain. seperti yang lo tau, Charlotte bener-bener gila akan dunia 'pelangi'. dan gua? sama sekali gak tertarik buat masuk kesana. "
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
