63. BAKING

91 6 0
                                        

***

🎶 "𝐼 𝑑𝑜𝑛'𝑡 𝑒𝑣𝑒𝑛 𝑘𝑛𝑜𝑤 𝑤ℎ𝑜
𝐽 𝑤𝑎𝑛𝑡 𝑡𝑜 𝑏𝑒𝑐𝑜𝑚𝑒... " 🎶

Satu lagu belum di tuntaskan, namun Anora sudah tertidur lelap dengan tangan nya yang seolah-olah sedang memegang mic dengan sangat erat. Tubuh mungilnya meringkuk diatas kursi mobil, mengarah kearah Asher.

"tchh..." Asher tersenyum menyeringai ketika melihat Anora yang sudah tertidur lelap.

Dengan segera, Asher memutarkan stir mobil dan pergi ke pinggir jalan untuk membenarkan posisi tidurnya. Ia mulai dengan perlahan menurunkan kursi tersebut agar lebih nyaman. dan menyelimuti nya dengan jaket yang ia taruh di kursi belakang. Dengan sedikit sentuhan, Asher membelai lembut rambut nya dengan senyuman dan kebahagiaan yang nampak jelas di wajah nya. Namun tetiba-

𝑇𝑖𝑐𝑘-𝑡𝑎𝑐𝑘-𝑡𝑖𝑐𝑘..
Suara sein mobil nya terus berbunyi, yang membuat nya tersadar dalam suasana tersebut. Senyuman nya langsung berubah drastis menjadi datar, dan ia pun kembali fokus menyetir.

***

Waktu menunjukan pukul 23.34 saat Asher dan Anora akhirnya tiba di rumah. Asher menyuruh asisten rumah tangga nya untuk membereskan belanjaan, Asher memutuskan untuk mengurus Anora yang masih terlelap sendirian. Dengan penuh kehati-hatian, ia menggendong Anora keluar dari mobil dan membawa nya masuk.

Langkah kaki nya yang tenang melewati ruang tv, di mana Charlotte yang ternyata sudah sedari tadi menunggu nya disana. Begitu mata mereka bertemu, Asher segera memberikan isyarat melalui ekspresi wajahnya, meminta Charlotte untuk tidak berbicara terlalu keras agar tidak mengusik tidur Anora.

"eh, eh...boboo??" Charlotte berbisik hampir tidak terdengar saat ia menghampiri Asher, ia memandangi wajah tenang Anora yang masih terlelap, merasa begitu gemas ketika melihat nya tertidur.

"aku masuk dulu ya, ma..." bisik Asher pelan. Tanpa menunggu jawaban, ia  kembali melangkah dengan hati-hati menuju kamar, memastikan setiap pijakan nya tidak akan mengusik tidur Anora.

Charlotte terus memperhatikan setiap langkah anak nya dengan binar gembira di mata nya. Rasa gemas tak tertahankan menyelimutinya saat melihat interaksi Asher dan Anora yang sangat manis.

Langkah demi langkah ia ambil secara hati-hati. satu persatu anak tangga ia lewati hingga akhirnya sampai di kamar nya.

Baru saja ia membuka pintu kamar, aroma coffe dan woody semerbak tercium melalui hidung nya. kamar yang rapih dan juga gelap membuatnya ingin langsung tidur saat itu juga. Asher mulai berjalan mendekat kearah kasur, dan menaruh Anora secara perlahan disana. Gerak geriknya sangat lamban, takut dirinya akan membangunkan Anora yang masih tertidur lelap. Lalu ia mulai dengan merapihkan posisi bantal nya, melepaskan sepatu, dan juga melepaskan cardigan yang Anora kenakan. Setelahnya, ia melepaskan jaket yang ia pakai–bersiap-siap untuk pergi mandi. Selang beberapa menit, Asher pun selesai dari mandi nya. Rambut nya basah dan berantakan, tubuh nya hanya di baluti handuk kimono, dan dengan sangat santai berjalan kearah rak baju untuk memakai pakaian nya di depan Anora yang masih tertidur. dirinya tidak takut akan Anora yang bisa saja tetiba bangun dari tidur nya. Ia sempat mengeringkan rambut nya sesaat, dan langsung pergi tidur tepat di sisi Anora.

***

Pada pukul 07.00 waktu lokal ; Matahari menyinari rumah rumah mewah yang berada di sekitar komplek itu. menembus, melewati hordeng-hordeng besar yang menutupi setiap bagian jendela kamar Asher. Aroma khas coffe dan woody kembali tercium semerbak di kamar itu. Suara detik jam mengiringi suasana pada pagi hari itu. Anora bangun dalam posisi tubuh nya yang menyerong ke arah kanan. Dengan kesadaran yang masih setengah, ia membuka kedua mata nya. Dan melompat terkejut ketika menyadari bahwa tepat di depan wajah nya adalah wajah Asher. Jarak wajah diantara nya sangat dekat, bagaikan benang sutra yang hampir bertaut. Hanya terdengar suara detik jam yang beradu dengan kencang nya suara jantung nya yang berdebar. Dalam keheningan yang canggung itu, tetiba-

Forced To Be A BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang