66. END.

321 17 2
                                        

Sinar matahari yang menyorot pinggiran kota mempertegas betapa indahnya pemandangan di pagi hari itu.

Asher duduk berhadapan dengan Anora yang sedang asik menyantap makanannya hingga lupa bahwa makanannya sendiri akan mendingin dalam waktu dekat. Anora mengetahui bahwa Asher sedang memperhatikannya sedari tadi. Ia pun menatapnya kembali, mengedipkan kedua matanya sambil tersenyum. "kering deh tuh matanya ga ngedip-ngedip" Ujarnya.

Senyumnya pecah saat menyadari bahwa dirinya sudah tertangkap basah oleh Anora. Tanpa mengalihkan pandangannya ia mengatakan "kamu indah banget...". Anora tersipu malu, hingga mulutnya perlahan merapat.

"iihh, jangan gombal dehh! mending makan tu makanannya...sebelum dingin..." Balas Anora sambil mengontrol tingkah lakunya saat pipinya memerah.

Senyum Asher tak kunjung luntur. Bahkan pada suapan pertamanya pun, seolah terkunci, enggan beralih kearah lain, selain perempuan cantik yang duduk dengan anggun di depannya.

Meski berada di tempat makan sederhana yang di kelilingi oleh lalat, debu yang tebal, dan asap dari transportasi yang menyengat. Mereka tahu, bahwa kebahagiaan tak akan datang jika bukan salah satu dari mereka yang menciptakannya.

Di momen yang sangat tak terlupakan itu, tetiba terdengar suara perempuan tua yang terasa familiar di telinga keduanya. "HEEYY KALIAN ANAK KECILL!!" Charlotte terlihat lari terbirit-birit kearah mereka. Tak hanya sendiri, Charlotte datang lengkap dengan 5 bodyguardnya. Asher dan Anora yang mendengarnya pun spontan menoleh, terkejut ketika mendengar teriakan itu.

Tanpa melirik kearah Asher, Charlotte langsung menyampar Anora dengan dahinya yang mengerut, memastikan bahwa Anora baik-baik saja. "kamu gapapa kan nak? gak ada yang apa-apa in kamu kann??" Ujarnya sambil mengecek seluruh anggota tubuh Anora dengan teliti.

"ehehehe, gapapa kok tantee! maaf yaa kalau aku bikin tante khawatir.." Balas Anora, tangannya menggenggam tangan Charlotte.

"huhh...gapapa kok nak, yang penting sekarang kamu gak kenapa-napa." Charlotte tersenyum lega.

"hmm, aku gak di pikirin ternyata" Ujar Asher yang hanya memandangi mereka dengan tatapan mata yang entah memandang kemana.

Charlotte menoleh saat Asher akhirnya membuka suara. Sambil menghela napas ia mengucap "mikirin kok, tapi ya mama begitu ke kamu karena mama tau kalau kamu pinter dalam menyelesaikan masalah, Asher..." Ujar Charlotte, sambil ia duduk di sebelah Anora.

"toh kamu juga ngeshare locationnya yang terkini, jadi mama bisa mantau kamu..."

"tapi kamu hebat nak, mama beruntungg banget punya anak kayak kamu." ia tersenyum kearah Asher saat Anora terus mengangguk lucu karena setuju.

"terus bersama yaa kalian...mama percaya sama kamu buat jaga Anora, dan mama juga percaya sama Anora buat jaga kamu...kalian bener-bener saling melengkapi." Sambungnya.

Charlotte menoleh kearah Anora, tersenyum dan memeluknya. "kamu sini dongg, biar kita pelukan bertigaa" ajaknya. Asher pun berpindah kursi dan duduk tepat di sebelah Charlotte, mengistirahatkan kepalanya di pundak ibunya dengan kaku untuk pertama kali. Anora pun menyender ke Charlotte tanpa ragu, malah nyaman. Wajahnya terus tersenyum saat jari-jari Charlotte mengusap lembut kepalanya.

Setelah selesai makan, Asher dan Anora pergi ke hotel untuk mengambil barang-barang bawaan Anora yang tertinggal semalam sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah.

Saat di perjalanan pulang, Charlotte yang duduk di kursi depan mobil melirik kearah spion mobil dengan perasaan tentram—ia melihat Asher dan Anora saling perpandangan sambil tersenyum dengan tangan yang enggan lepas.

Forced To Be A BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang