***
"oh ya, kamu gak kepo tentang apa yang ada di singapore kah?"
"uhm...sebenarnya sii...iyaa, cuma aku belum berani pergi ke sana sendirian sih kak...bahkan pasport pun aku belum bikin..."
"kalau begitu ayo bikin. Saya temani."
"eh serius kak!? kakak beneran mau nemenin aku bikin pasport?!?!" balas Anora yang sangat gembira ketika mendengar tawaran tersebut.
"iyaa saya serius..." Asher pun menatap Anora dengan senyum nya yang hangat.
***
"eh! udah jam 10 aja...ahahahaha gak berasa yaa kak kita cerita-cerita sampe jam seginii!" ucap Anora yang terlihat sudah mengantuk, namun masih saja tampil ceria di depan Asher.
"ahahahaha...iyaa juga! pasti kamu juga udah ngantuk ya?"
"eh...ehehehehe keliatan banget kah kakk?!?! tapi iyaa si memang sudah ngantuk akuu.."
"ahahahaha! yaudah saya pulang ya, biar kamu bisa istirahat..."
"uhm!" Anora membalas nya dengan angguk an yang sangat imut
Asher pun bangun dari duduk nya, dan mengambil kunci mobil yang menggeletak di meja nya. Dan memakai sepatu sebelum dia akhirnya benar-benar keluar dari rumah Anora.
"tapi kakak di bolehin kah pulang malam?" tanya Anora yang ikutan duduk bersebelahan dengan Asher saat dirinya memakai sepatu
"masih jam segini...aman ajaa!" balas Asher yang baru saja selesai mengikat kedua tali sepatu nya
"ahahahaha iyyaa yaa!"
"saya pulang ya, makasih udah mau berbagi ceriga. kapan-kapan saya boleh kesini lagi kan?" sambung Asher, dia berdiri menatap Anora yang baru saja ingin berdiri mengikuti nya
"uhm! besok juga gapapa kok kak! ahahahaha!" canda Anora
"ahahahaha oke okee, kalau saya bisa, saya mampir lagi."
"ehh bercanda kakk, pasti kakak sibuk kann"
"nggak...amann itu..."
" ahahahaha oke dehh!! hati-hati yaa kakk!! kalau udah sampai kabarinn!!"
"yoo! selamat malam Anora!" ucap Asher saat dirinya sudah berada di dalam mobil
***
Setelah menempuh jarak dari rumah Anora hingga ke rumah nya, akhirnya Asher pun tiba di rumah nya dengan selamat. Selama perjalanan dirinya tidak bisa berhenti tersenyum. Bahkan saat sudah sampai rumah pun, senyum nya masih saja terpasang di muka nya. Charlotte yang melihat hal tersebut pun ikut senang, karena dia berfikir bahwa Asher benar-benar menikmati malam nya bersama Alina. Padahal kenyataan nya bahkan tidak mendekati kata hampir.
"ehh anak mama...yang abis jalan-jalan nii yyeee, bahagia bangett kayak nya! mama gak pernah lihat kamu sebahagia ini dehh...!"
Saat mendengar ucapan Charlotte, ekspresi wajah nya berubah drastis.
"aku udah gak sama Alina." ucap Asher dengan sangat datar
"...!Asher!!" Charlotte benar-benar terkejut. wajah nya mengkerut saking kesal nya.
"maksud kamu apa Asher?! kamu putus sama Alina dan sekarang kamu cuma senyum-senyum!?!? hati kamu terbuat dari apa sih Asher!?!?!"
"ma stop! stop maksa aku buat terus ama Alina! aku gak bahagia sama dia! aku cuma pakai dia sebagai kepuasan mama!! selama ini aku tertekan ma!"
"...! kurang ajar ya kamu Asher! huh!!" Charlotte berbalik badan karena emosi nya sudah di atas rata-rata nya
"nama keluarga kita mau di taruh dimana Asher kalau kamu ngelakuin hal kayak gitu?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
Fan-FictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
