24 | Benjamin : My Dangerous Boyfriend - Infidelity?

4.2K 365 21
                                        

Halo, dengan feign disini.

Tadi malam aku secara berkala mengkoreksi chapter-chapter sebelumnya yang mungkin masih terdapat kesalahan dalam kepenulisan. Senang sekali rasanya kalian juga turut membantu mengkoreksi ceritaku. Salah satunya ini :

Apa kalian juga notice dengan kesalahan kepenulisan pada chapter ini? Ini sangat menyenangkan, aku mengkoreksi tulisanku sambil tertawa dan merasa senang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Apa kalian juga notice dengan kesalahan kepenulisan pada chapter ini? Ini sangat menyenangkan, aku mengkoreksi tulisanku sambil tertawa dan merasa senang. Aku cukup terhibur dengan komentar-komentar yang kalian berikan.

Terima kasih karena sudah mempercayai aku, aku akan selalu menerima kritik dan saran yang kalian berikan. Terima kasih juga untuk teman-teman yang membantu mengingatkan aku perihal kepenulisan seperti ini. Senang sekali bisa memiliki kalian.

Semoga kalian selalu sehat dan baik-baik saja, salam hangat semuanya.

Feign.

*****

"Don't do anything stupid like yesterday, Adam will also accompany you, let me know if there is something that makes you uncomfortable." Kamala mengangguk mengerti ketika mendengar wejangan yang diberikan oleh Benjamin, menurutnya itu bukan syarat yang berat. Hanya bersedia di kawal dan selalu mengabari, Kamala rasa itu sepadan dengan kebebasan sesaat yang ditawarkan.

"Aku hari ini pulang ke rumah ya kak, Pak Ahmad sudah pulang juga."

Benjamin mengernyitkan dahinya pertanda tidak suka, mengamati Kamala dengan intens. Jemari nya terulur untuk merapikan anak rambut Kamala. "Aku sebenarnya masih ingin menghabiskan waktu bersama, untuk malam ini saja bagaimana?" Pinta Benjamin, baiklah hanya malam ini saja, tekad Kamala. Kamala menganggukkan kepalanya. "Boleh, hari ini aku pulang ke rumah kakak." Benjamin tersenyum kecil ketika mendengar jawaban yang Kamala berikan, kedua matanya jelas memancarkan sebuah kepuasan yang sangat nyata. Kamala nya sangat penurut, Benjamin semakin memujanya.

Berpamitan dengan Benjamin.

Kamala segera menghampiri Mita yang tengah menunggunya di parkiran bersama dengan Pak Syarif dan Adam, melambaikan tangannya. Mita, gadis itu tersenyum lega seraya membalas lambaian tangannya. Bagaimana bisa Kamala meninggalkan Mita pada kondisi yang awkward seperti ini, kedua orang milik Benjamin terlihat begitu kaku dan menyeramkan, sama seperti tuan mereka. Dan Mita harus terjebak bersama dengan mereka selama beberapa menit belakangan.

"Oh God, akhirnya lo dateng juga Mala." Ucap Mita dengan lega. Kamala mengangguk seraya menuntun Mita untuk mendekat ke arah mobil yang memang sudah dipersiapkan. Adam membukakan pintu untuk mereka seraya mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam, Kamala sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Pak Syarif yang tengah mengemudi."Pak Syarif, kita ke coffee shop di depan itu ya. Aku udah izin Kak Ben kok," ucap Kamala pada Pak Syarif. Pria paruh baya itu mengangguk dengan sopan kepada Kamala kemudian menjalankan mobil dengan santai menuju tempat yang akan mereka tuju.

Benjamin : My Dangerous BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang