"Terkadang orang-orang yang membenci hanya membutuhkan perhatian, dan orang-orang yang melukai hanya belum bisa menyembuhkan luka dalam diri mereka."
✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏
"Noah, gue boleh nanya sesuatu?" Ezra memandang Noah yang tengah bersandar di bahu Raka sambil menonton televisi di depannya.
Mereka kini tengah berada di kamar Raka, ketiga pemuda itu memutuskan untuk menginap di hunian Raka malam ini untuk menemani Noah, karena takut terjadi hal buruk pada pemuda itu mengingat kejadian saat di sekolah siang tadi.
"Hm, mau nanya apa?"
"Gue udah temenan sama lu lumayan lama, tapi sampe sekarang gue masih belum tau alasan lu ngerundung Rafa," ucap Ezra membuat Noah, Raka, dan Sandi langsung terdiam.
Mereka membisu untuk beberapa saat sebelum Noah menjauhkan kepalanya dari bahu Raka dan menegakkan tubuhnya. Ia menatap Ezra dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Kalo lu gak kuat, gak usah diceritain. Biar nanti gue aja yang jawab pertanyaan Ezra," kata Raka.
Noah menggelengkan, ia tidak ingin Raka repot-repot menceritakan kisahnya pada orang lain.
"Pasti lu menganggap gue orang jahat kan karna udah ngebully siswa lain?" tanya Noah.
Ezra diam beberapa saat, haruskah ia menjawab jujur jika itu ada benarnya?
Noah tersenyum miris karena Ezra tak menjawab. "Gue minta maaf karna gak pernah cerita ke lu tentang ini, tapi gue rasa ini waktu yang tepat buat cerita semuanya biar gak ada rahasia lagi di pertemanan kita."
"Noah, lu baru aja sesenggukan tadi siang karna masalah yang sama, jadi mending jangan sekarang," peringat Sandi. Ia cukup khawatir dengan keadaan Noah jika pemuda itu tetap menceritakan masa lalunya.
"Gue setuju sama Sandi. Masih ada lain waktu buat itu, jangan buka lagi luka lama lu," timpal Raka.
Ezra mengernyit bingung, mengapa semua temannya berusaha menyembunyikan sesuatu darinya, tidakkah mereka menganggap posisi Ezra sebagai sahabat?
Setelah mendengar larangan dari keduanya, Noah tetap bersikeras untuk bercerita pada Ezra. Ia tidak ingin temannya itu merasa tak dianggap karena jujur hal itu sangat menyakitkan.
Noah mulai mengingat lagi potongan memorinya di masa lalu.
Ia lahir di keluarga yang kurang harmonis, orang tuanya selalu bekerja siang dan malam tanpa memberikan cukup cinta dan kasih sayang kepada anak tunggal mereka yaitu Noah.
Sedari kecil Noah sudah terbiasa dengan rasa sepi, hingga sosok wanita berhati lembut hadir di hidupnya untuk menghibur dan juga menjaganya. Wanita itu tak lain adalah bibinya yang bernama Tesya. Ia adalah adik dari ayahnya Noah.
Noah kecil selalu diasuh oleh wanita tersebut, bahkan hingga ia beranjak remaja. Ketika bersama dengan bibinya, Noah tidak lagi merasa kesepian dan kurang kasih sayang. Ia mendapatkan semua cinta kasih dari Tesya.
Bahkan Raka yang sudah bersama dengan Noah sedari kecil pun merasa sangat nyaman saat berada di dekat Tesya. Mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama seperti jalan-jalan, bermain, bercanda ria, serta tertawa sepanjang hari.
Sayangnya semua kebahagiaan itu tak bertahan lama begitu Noah mendengar kabar buruk yang menimpa sang bibi.
Saat itu suami Tesya ketahuan selingkuh dengan wanita lain yang merupakan teman kerjanya. Alasan pria itu berselingkuh karena ia sudah tak lagi mencintai sang istri, terlebih Tesya yang tidak bisa memberinya keturunan.
Setelah tahu suaminya berselingkuh membuat Tesya menjadi depresi, ia sering mengurung diri di kamar dan menyalahkan diri sendiri. Hingga rumah tangga itu benar-benar sudah tidak dapat diperbaiki lagi saat suami Tesya menceraikannya dan langsung pergi ke luar negeri bersama selingkuhannya.
Keadaan mental Tesya semakin memburuk, ia sampai dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Hal tersebut membuat Noah sangat sedih, ia tak menyangka pamannya mengkhianati bibinya demi wanita lain.
Di usianya yang baru menginjak empat belas tahun, Noah terus bolak-balik ke rumah sakit jiwa tempat bibinya dirawat. Dirinya benar-benar sedih sekaligus kesal, di satu sisi ia sedih dan kasihan melihat Tesya yang sudah tidak waras berada di ruangan suram itu, dan di sisi lain ia kesal pada pamannya yang sudah membuat keadaan bibinya menjadi seperti ini.
Bahkan karena saking bencinya Noah dengan sang paman, ia sampai bersumpah jika melihat pria itu dan selingkuhannya akan ia habisi detik itu juga.
Selama sang bibi masih berada di rumah sakit jiwa Noah selalu datang mengunjunginya, terkadang ia ditemani Raka dan Sandi. Keduanya selalu menghiburnya setelah pulang dari membesuk Tesya. Mereka tidak tahu seberapa berat beban yang temannya itu pikul. Namun, setidaknya mereka ingin Noah merasa tidak sendiri.
Setelah beberapa waktu Tesya berada di rumah sakit jiwa keadaan bukan membaik melainkan semakin memburuk, hingga di suatu hari Noah mendapat kabar bahwa sang bibi telah pergi untuk selamanya.
Tesya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, hal tersebut meninggalkan bekas luka yang teramat dalam di diri Noah. Ia harus kehilangan seseorang yang begitu berharga di hidupnya hanya karena sang paman yang lebih memilih pergi dengan wanita lain.
Waktu telah berlalu hingga Noah duduk di bangku SMA, dan saat itulah ia bertemu dengan Rafa, si pemuda manis yang selalu menebar senyum kepada setiap orang yang ia temui.
Dan entah bagaimana caranya Noah berhasil mendapatkan informasi mengenai selingkuhan sang paman yang tak lain adalah Zenora yang merupakan ibu kandung Rafa. Hal itu membuatnya langsung menaruh kebencian dan dendam ke pemuda tersebut. Walaupun yang berbuat kesalahan adalah ibu Rafa, tetapi Noah seakan sudah terbutakan oleh dendam amarah dan melampiaskan semua rasa sakitnya selama ini kepada pemuda tak bersalah itu.
Ezra tak mengetahui hal ini sebelumnya karena saat itu ia sempat pindah ke kota lain dan baru kembali setelah lulus Sekolah Menengah Pertama. Tak ada yang memberitahunya karena mereka sempat putus kontak dan baru sekarang Ezra mengetahui kisah ini.
Ezra merasa bersalah sekarang, sebab tak seharusnya ia meminta Noah untuk memberitahu alasan ia membenci Rafa, karena sekarang Noah tengah menahan tangisnya agar tidak pecah. Sementara Raka dan Sandi berusaha menenangkan pemuda itu.
Berat rasanya menjadi Noah yang harus kehilangan sosok yang telah menjaga dan melindunginya sedari dulu, tetapi menjadi Rafa sama beratnya. Ia harus menanggung akibat dari hal yang bahkan tidak ia perbuat.
TBC
Jadi setelah baca chap ini menurut kalian siapa yang salah?
_
_
_
KAMU SEDANG MEMBACA
Mata Kembar Buta [BxB] ✓
General Fiction⚠️BxB Rafael Melviano, seorang pemuda biasa yang selalu mendapat perundungan dari teman sekelasnya. Entah dosa apa yang telah ia perbuat hingga pantas mendapat luka berupa umpatan yang menyayat jiwa dan kekerasan fisik yang menghunus raga. Meski bat...
![Mata Kembar Buta [BxB] ✓](https://img.wattpad.com/cover/377370638-64-k442536.jpg)