Penjelasan

2.7K 171 21
                                        

Setelah baca ending, bisa kita simpulkan bahwa Ethan juga bagian dari imajinasi Rafa, sama seperti El.

El itu tercipta dari rasa kesepian dan juga keinginan terdalam Rafa yang menginginkan seseorang yang bisa menjaga, memperhatikan, serta menyayanginya. Dan Ethan muncul karena Rafa yang sudah tidak kuat dengan segala tekanan hingga membuat dirinya tanpa sadar memunculkan sosok yang bangkit karena sisi pemberontaknya. Itulah mengapa dua imajinasi Rafa memiliki wajah yang sama namun kepribadian yang berbeda.

Dan saat Ethan mendorong Rafa hingga terjatuh sebenarnya itu tidak benar, sebab Rafa yang dengan sendirinya berjalan mundur serta karena pijakan kakinya tidak tepat sehingga membuatnya tergelincir di lantai yang basah karena bekas hujan. Jadi dalam penglihatan Rafa, Ethan-lah orang yang telah mendorongnya.

Adapun hal yang memancing Ethan melakukan hal tersebut (dalam penglihatan Rafa) karena sebelumnya ia mendapat banyak sekali kata-kata yang menyakitkan, baik dari ibu tirinya, atau dari para murid di sekolah.

Dan alasan mengapa Rafa ingin berteman dengan para perundung tak lain karena ia sudah terlalu lama merasakan sepi. Sebab dirinya sudah tidak lagi memiliki bahu untuk bersandar setelah kepergian El.

Selama menjalin pertemanan dengan mereka pun, Rafa merasa jauh lebih baik. Ia jadi mempunyai teman dan tidak lagi kesepian walau harus mengorbankan rasa sakit yang sebelumnya ia derita akibat para perundung.

__

Cerita ini berjudul "Mata Kembar Buta" bukan tanpa alasan, saya sebagai penulis menyelipkan banyak sekali makna dalam judul tersebut.

Mata Kembar Buta sendiri memiliki arti dua pasang mata yang tidak dapat melihat, dan di cerita ini karakter Rafa memiliki dua halusinasi, yaitu El dan Ethan. Jadi dapat disimpulkan bahwa karakter Rafa seakan buta terhadap kenyataan bahwa dua orang tersebut tidaklah nyata, dan dirinya seolah terbutakan oleh keinginan terdalamnya untuk memiliki seseorang yang bisa menyayangi serta melindunginya.

Dari cerita ini juga kita dapat belajar bahwa perundungan yang terjadi bisa menghancurkan hidup seseorang.

Dan yang tak kalah penting, yaitu sikap dan peran orang tua. Orang tua yang sering bertengkar di depan anak tentunya akan meninggalkan bekas yang sulit untuk dihapus, bahkan bisa saja menemani anak hingga dewasa.

Yang terakhir, yaitu sebagai seorang manusia kita harus memiliki keberanian, bukan hanya dalam membela diri, tetapi juga dalam mengungkapkan perasaan.

Di sini, Rafa selalu berpura-pura baik-baik saja karena tidak ingin dianggap lemah oleh orang lain. Padahal tidak demikian. Kita harus sadar akan perasaan kita sendiri dan berani untuk mengakuinya. Menangis itu hal yang wajar. Jangan takut dianggap lemah hanya karena menangis, malah dengan menumpahkan semua rasa sakit itu, kita dapat merasa lega dan jauh lebih baik.

Sekian. Saya harap kalian bisa mengambil pelajaran berharga dari cerita kali ini, dan terima kasih untuk yang sudah membaca kisah ini sampai akhir.

_
_
_


✎ Kalau masih ada yang bingung dan mau nanya boleh ya. Silakan tulis di komen ✎

04.03.25

Mata Kembar Buta [BxB] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang