"Seseorang yang terlalu fokus pada lukanya menjadi sulit untuk memahami dan mempertimbangkan perasaan orang lain."
✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏
Rafa berlari sembari meneriaki nama seorang pemuda yang sedang berjalan dengan langkah lebar di depannya.
Ketika berhasil menyusul Ethan, Rafa segera menghadang jalannya. Ethan yang melihat hal tersebut menaikkan sebelah alis.
"Ethan, ada yang mau aku bicarakan," seru Rafa.
"Apa?"
Rafa diam sejenak. Ia memandang wajah Ethan yang tak bersahabat membuat nyalinya sedikit menciut.
"Cepetan mau ngomong apa, kalo gak gue tinggal ke kelas," ujar Ethan.
"Um ... tadi kamu liat yang terjadi di kantin, 'kan?" tanya Rafa memastikan.
Ethan mengangguk. "Iya gue liat, kenapa emangnya? Lu mau diapresiasi juga sama gue?"
Rafa segera menggeleng, bukan itu maksudnya.
"Bukan, tapi aku ngerasa bersalah ke Noah dan temen-temennya karna udah buat seragam mereka basah sekaligus buat mereka malu di hadapan semua orang ..."
"Apa aku harus minta maaf ke mereka?" tanya Rafa, karena entah mengapa ia merasakan perasaan bersalah pada ketiga pemuda itu.
"Bego. Ini nih alasan lu jadi bahan bully di sekolah," geram Ethan, "sadar Rafa mereka yang salah, lu cuma ngelindungin diri dari para bajingan itu," sambungnya.
"T-tapi—"
Ucapan Rafa menggantung ketika Ethan menginterupsi. "Gak ada kata tapi, inget semua perlakuan buruk yang lu dapet dari mereka. Mereka pantes buat dipermalukan."
"Oke ...," gumam Rafa, meskipun ada rasa tak yakin yang ikut menyertai ketika mendengar perkataan Ethan.
__
Setelah kejadian di kantin beberapa waktu terakhir membuat sikap Noah semakin menjadi. Pemuda itu lebih sering mengganggu dan mengerjai Rafa.
Seperti sekarang, Rafa sedang diseret paksa oleh Noah dan dua temannya ke sebuah kelas yang sudah tak lagi dipakai.
BRUKK!
Rafa merasakan nyeri begitu tubuhnya jatuh menghantam meja hingga terbalik. Pelakunya tak lain adalah Noah.
"Udah gatel banget tangan gue pengen nonjok muka lu yang sok polos itu." Noah tersenyum miring sembari menggulung lengan seragamnya.
Ia berjalan ke arah Rafa, setiap langkah kakinya seakan memberi peringatan kepada tubuh Rafa agar bersiap akan serangan yang kapan saja bisa ia terima.
Sebelum Noah benar-benar dekat, Rafa bergegas untuk bangkit dan berjalan mundur. Noah yang melihatnya segera mempercepat langkahnya hingga kini mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja.
Tangan pemuda itu sudah mengepal dan siap melayangkan satu tinjuan di wajah Rafa. Namun, sebuah tangan menahan pergerakan pemuda itu.
Rafa menahan kepalan tangan Noah sembari maniknya melemparkan tatapan tajam yang selama ini tak pernah ia layangkan kepada siapa pun.
Melihat hal tersebut sempat membuat Noah terpaku, baru kali ini ia merasa aura yang dikeluarkan Rafa begitu dingin dan mencekam.
Menyadari Noah yang kini tengah lengah membuat Rafa memanfaatkan hal tersebut dengan menendang titik vital pemuda itu hingga menyebabkannya mundur beberapa langkah dengan tangan yang memegangi miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mata Kembar Buta [BxB] ✓
Ficción General⚠️BxB Rafael Melviano, seorang pemuda biasa yang selalu mendapat perundungan dari teman sekelasnya. Entah dosa apa yang telah ia perbuat hingga pantas mendapat luka berupa umpatan yang menyayat jiwa dan kekerasan fisik yang menghunus raga. Meski bat...
![Mata Kembar Buta [BxB] ✓](https://img.wattpad.com/cover/377370638-64-k442536.jpg)