Bonus

1K 42 9
                                        

Sebenernya aku udah gak mau lanjutin bikin bonus chap untuk cerita ini, tapi karna ada janji yang harus ditepati maka terciptalah bab shibal ini 🥰

___

In another life ...
I would be your man ...
We keep all our promises
Be us against the world

Suara nyanyian seorang pemuda yang bercampur
dengan melodi dari petikan gitar mengisi ruang dan menembus dinginnya udara malam.

Ezra duduk bersandar pada dinding kamar dengan gitar di pangkuannya. Suasana ruangan yang ia tempati tak karuan-puntung rokok berserakan di mana-mana, barang-barang yang tidak lagi pada tempatnya, dan semua akses untuk masuknya sinar mentari sudah ditutup rapat, membuat kamar tersebut terlihat suram dengan ditambah oleh lampu redup yang menjadi pencahayaan satu-satunya.

In another life ...
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away ...

Suara nyanyian tersebut melirih seiring dengan bulir bening yang merembes keluar. Ezra menghentikan nyanyiannya begitu dirasa bahwa ia sudah tak sanggup lagi.

Sudah satu minggu setelah kejadian itu membuat dirinya kacau. Hari di mana ia kehilangan seorang pemuda yang ia cintai, sekaligus menjadi hari saat kecelakaan sahabatnya.

Kini Ezra menyesal atas semuanya. Ia benar-benar tidak menyangka jika Rafa pergi dengan cara yang paling membuat dadanya sesak.

Rasa trauma melihat tubuh lemah itu yang terbaring dengan bersimbah darah masih melekat dalam pikirannya hingga kini. Bahkan tak hanya sampai di sana, pada waktu yang bersamaan ia mendapat kabar bahwa Noah-sabahatnya mengalami kecelakaan hingga merenggut kesadaran anak itu sepenuhnya.

Hidup sebagai seorang pengecut menjadi penyesalan terbesar Ezra. Jika saja ia mengambil tindakan lebih dulu untuk membantu sang punjaan, mungkin saja Rafa masih bisa berada di sisinya.

Meski momen mereka hanya terjalin sesaat, namun Ezra tetap berharap pada kehidupan lain atau kehidupan selanjutnya. Tempat di mana ia bisa menebus semua rasa bersalah dan menjalani kisah ini sekali lagi. Dengan orang yang sama, namun alur yang berbeda.

"Maaf ... maaf gue terlalu pengecut buat lo, Rafa ..." Lirihan tersebut terdengar sayup-sayup dan mulai teredam oleh isak tangis yang mengambil alih.

__

"Meski kadang lo nyebelin dan bikin gue emosi, nyatanya seorang Sandi Ravindra berhasil buat perasaan gue luluh juga, tapi sayangnya kisah kita harus berhenti di sini."

"Gue minta maaf atas semuanya. Gue harap hubungan lu dan temen-temen lu bisa balik kayak semula. Gue juga bakal terus menanti kabar lu serta yang lain. Dan Noah ... gue belum sempet minta maaf sama dia, tapi gue harap dia bisa bangun secepatnya. Untuk Rafa-"

"Ya, gue paham, El." Sandi memotong ucapan Niel yang hendak membicarakan soal Rafa.

Ia menahan tumpukan air yang menggenang di pelupuk matanya, siap keluar kapan saja. Setelah kejadian itu, Sandi bukan hanya kehilangan teman barunya, tetapi ia juga harus menanggung segala derita dari rasa bersalah atas perbuatannya selama ini.

Ia merindukan Rafa, merindukan pemuda manis yang sayangnya pernah ia sakiti ketika anak itu masih berada di sisinya.

Dan seakan belum cukup semesta mehukumnya, kini Sandi dihadapkan dengan Niel yang siap pergi untuk meninggalkan negaranya. Gadis itu harus pindah keluar negeri karena urusan orang tuanya, dan ia sama sekali tidak bisa menolak meski sekarang keadaan yang lain sedang tidak baik-baik saja.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mata Kembar Buta [BxB] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang