"Bang, ini seriusan?"
"Iya, udah cepetan hajar gue."
"Tapi—"
"Mau kalian yang ngehajar gue sekarang atau gue yang ngehajar kalian?!" Noah menatap nyalang dua pria di depannya yang kini saling pandang.
"Cepetan. Gue bayar kalian bukan buat saling lirik-lirikan kek gini." Noah kembali berucap.
Tepat setelahnya dapat Noah rasakan satu pukulan yang amat kuat mendarat di pipi kirinya. Tubuhnya terhuyung, namun sudut bibirnya naik membentuk seringai kecil.
Noah menggerakkan tangannya untuk memberi kode kepada dua pria berbadan besar tadi agar kembali menghajarnya.
Mengerti kode yang pemuda itu berikan, dua pria bertato tersebut langsung mendaratkan beberapa pukulan secara bergantian. Tampak dari ekspresi wajah mereka terlihat jika keduanya merasa heran karena Noah yang meminta untuk dihajar habis-habisan dan dengan imbalan mereka berdua mendapatkan uang dari pemuda itu.
Beberapa saat tersiksa dalam situasi ini, Noah mengangkat tangannya, menyuruh untuk kedua pria tadi agar berhenti menghajarnya. Ia duduk di aspal, lantas mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan cairan merah.
Hingga suara notifikasi dari ponselnya berhasil mengambil alih perhatian Noah sepenuhnya. Ia mengeluarkan benda pipih itu lalu membaca pesan yang dikirimkan oleh seseorang.
Tanpa berniat membalas pesan tersebut, Noah segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jaket. Kemudian ia bangkit dan langsung mengeluarkan dompetnya. Mengambil beberapa lembar uang berwarna merah dari sana, lantas memberikannya kepada dua preman yang tadi memukulinya.
"Thanks, Bro. Gue pamit duluan," ucap Noah lalu masuk ke dalam mobilnya.
Ia memejamkan mata sesaat dengan kepala yang bersandar pada kursi pengemudi. Pikirannya melayang begitu mengingat alasannya melakukan semua ini.
Noah kembali membuka mata lalu mengambil ponselnya. Ia menyalakan benda tersebut, pandangannya terkunci pada wallpaper ponsel yang ternyata menggunakan foto Raka.
"Gue ngelakuin ini semua buat lu, Ra," gumam Noah, seolah mengutarakan perasaannya kepada Raka lewat foto tersebut.
Mengingat kembali jika dirinya akan dijodohkan dengan orang lain membuat Noah berbuat nekat. Ia membayar beberapa preman untuk memukulinya sebelum menghadiri pertemuan kedua belah pihak. Jika kalian bertanya untuk apa? Tentunya tak lain adalah untuk membuat citranya buruk di mata keluarga orang yang hendak dijodohkan dengannya.
Tak hanya sampai di situ, untuk tambah mendukung dirinya sampai mengenakan setelan yang sangat urakan bak seorang berandal. Berpikir dengan hal ini perjodohan di antara keduanya tidak akan dilanjutkan, karena tentu saja orang tua mana yang mau mendojohkan anaknya dengan seseorang yang berpenampilan seperti dirinya? Datang dengan pakaian yang tidak pantas untuk acara penting, serta tubuhnya yang penuh akan luka. Sangat tidak menghargai kedua belah pihak.
Beberapa saat hanyut dalam pikirannya, hingga akhirnya Noah menyalakan mobil dan langsung tancap gas untuk pergi ke tempat yang sebelumnya diberi tahukan sang ayah lewat pesan tadi. Tempat di mana dua keluarga bertemu untuk membahas perjodohan yang tak pernah Noah inginkan.
Sebelumnya ia diminta untuk berangkat bersama ibu, ayah, dan omah, tetapi Noah beralasan jika ada hal yang mendesak dan berakhir dirinya pergi sendiri. Walaupun sang omah telah memaksanya untuk pergi bersama, namun Noah tetaplah Noah. Pemuda keras kepala yang tak suka diatur oleh siapa pun.
Beberapa menit berlalu, hingga kini sampailah ia di depan sebuah restoran mewah. Keluarganya telah menyewa khusus ruang VIP dengan dekorasi elegan, dihiasi dengan lampu-lampu kristal yang menggantung di langit-langit, serta satu meja panjang yang dilapisi kain sutra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mata Kembar Buta [BxB] ✓
Fiksi Umum⚠️BxB Rafael Melviano, seorang pemuda biasa yang selalu mendapat perundungan dari teman sekelasnya. Entah dosa apa yang telah ia perbuat hingga pantas mendapat luka berupa umpatan yang menyayat jiwa dan kekerasan fisik yang menghunus raga. Meski bat...
![Mata Kembar Buta [BxB] ✓](https://img.wattpad.com/cover/377370638-64-k442536.jpg)