"Tertawalah sampai kau lupa dengan yang namanya luka" _Brian Airlangga
"Mereka akan sangat bahagia dengan tawa yang kau ciptakan,hingga mereka lupa jika sedang dibohongi" _Brian Airlangga
"Air mata yang ku hapus saat ini,mungkin akan tumpah lagi di...
Hai hai Wellcome back 😁 Kembali lagi bersama cerita Brian Airlangga.
Sejauh ini, sebenarnya cerita ini nyambung gak sii😭😂
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesakit apapun luka nya, tolong bertahan sekali lagi. _Brian Airlangga
"Gue berangkat, Bri."
"Kabarin gue kalo udah sampe, ya."
"Hm, tapi kemungkinan besarnya handphone gue disita. Tapi gue usaha in buat bisa selalu komunikasi sama lo."
"Jaga diri lo baik-baik disana, Yo."
"Lo juga."
Brian tersenyum kecut kala membaca dua kata yang Zio tuliskan. "Gue bisa jaga diri, tapi...."
Brian menghela napas sebentar. Menunduk menatap kedua kakinya yang membengkak. Entahlah, baru-baru ini kakinya mengalami bengkak-bengkak. Mungkin karena kondisi ginjalnya yang memang sudah tidak sehat itu.
"Gue gak tau apakah saat lo kembali nanti, gue masih ada disini atau enggak." Gumamnya.
Sesak sekali saat mengatakan kalimat itu, namun bukankah Brian memang harus menerima kenyataan yang ada?
Brian pun mencoba tersenyum, "okay, semuanya akan baik-baik aja." Ucapnya pada diri sendiri lalu cowok itu beranjak hendak keluar. Namun seketika langkahnya terhenti saat pintu terbuka lebih dulu. Tampaklah cowok yang mengenakan Hoodie kebesaran.
"Loh? Kok tiba-tiba lo ke sini, Pal?"
Tentu saja Brian terkejut dengan kedatangan Ipal yang tiba-tiba itu.
Tanpa mengatakan apapun, Ipal berjalan lalu meletakkan plastik berisi obat-obatan. "Mulai sekarang harus sering minum obat lagi. Inget, Zio nitipin lo sama gue." Ucapnya.
Brian terdiam seraya memperhatikan Ipal. Sampai cowok itu berbalik dan tatapan mereka bertemu.
"Kapan jadwal cuci darah lagi, Bri?" Tanyanya namun Brian hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Udah lama gak cuci darah." Ucapnya kemudian terdengar pelan. Lalu Brian berjalan dan duduk ditepian ranjang.
Brian menoleh pada Ipal yang masih setia berdiri ditempatnya dan kini menghadap Brian.
Brian menunduk, menatap kakinya yang bengkak. Ipal pun menatap kearah yang sama "Gue gak mau cuci darah lagi. Capek, ribet juga." Ujarnya.