31

2K 62 29
                                        

HAPPY READING !!!

Suara besi yang berderak memenuhi ruangan kamar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara besi yang berderak memenuhi ruangan kamar. Damian dengan kejam menggorok kaki adiknya yang masih tertidur.

Sejenak, Damian menghentikan aksi gilanya itu. Tangan kirinya perlahan naik, mengusap darah segar yang mengucur dari lutut gadis itu.

Tanpa merasa jijik, Damian memasukkan ibu jarinya yang berlumuran darah ke dalam mulutnya. Damian menghisapnya menikmati.

Kanala yang baru terbangun langsung panik dan meronta.

"Kak, sakit ... " Gadis itu meringis hebat. Suaranya terdengar lemah dan serak.

Damian tersenyum. Ia meletakkan gergajinya lalu berpindah di dekat Kanala.

"Kenapa sudah bangun? Aku baru memulainya,"

Damian menangkup pipi Kanala lembut. Hal itu justru semakin membuat Kanala ketakutan.

"Tahan sakitnya ya? Janji tidak akan lama. Aku ingin mengambil kakimu supaya kau tidak bisa pergi,"

"Aku tidak mau kehilanganmu," Damian bertutur dalam sembari mengusap pipi Kanala yang sembab.

Kanala menggeleng. Gadis itu menangis merasakan perih di lututnya.

"Aku mohon kak ... Jangan ... "

"Maaf, aku terpaksa. Aku mau kau hanya bergantung padaku,"

Pandangan Kanala meredup. Kali ini, Kanala sudah tidak memberontak lagi.

"A-aku tidak akan pergi, aku berjanji, tapi tolong kak, jangan ambil kakiku," mohonnya lirih.

Semalaman pingsan membuat tubuh Kanala terasa sangat lemah.

Namun, Damian tak menjawab lagi. Laki-laki itu justru tersenyum tipis.

Damian dengan pelan mengusap bibir pucat Kanala dengan jemarinya yang berlumuran darah. "Ambil napas yang banyak." perintah Damian.

Kanala ketakutan sekaligus kebingungan. Belum sempat mencerna perkataan Damian, laki-laki itu dengan tiba-tiba meraup bibirnya ganas. Kanala berusaha melawan dengan mengerahkan sisa-sisa tenaganya.

Pipi dan wajah Kanala sudah sangat basah. Gadis itu memejamkan matanya, merasa jijik untuk melihat dirinya yang selalu diperlakukan sehina ini.

Damian mencecapi darah yang menempel pada bibir Kanala sembari menekan rahangnya.

Saat ini, kondisi Kanala terlihat sangat menyedihkan. Kedua mata dan bibirnya yang sudah membengkak.

RUTHLESS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang