33

2.7K 69 59
                                        

HAPPY READING !!!

Viona memegangi kepalanya yang terasa berputar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Viona memegangi kepalanya yang terasa berputar. Ia baru sadarkan diri setelah semalaman pingsan.

Dengan lemah, Viona meraih dinding di sampingnya dan memegangnya erat, berusaha menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

Viona terkejut saat tiba-tiba Bram datang dan merangkul pundaknya dari belakang.

"Saya bantu antar Nyonya ke kamar," ujar Bram menawarkan diri. Bram tersenyum tipis meskipun dalam benaknya Bram merasa sangat iba melihat kondisi Viona.

Viona menatap Bram tak enak hati. Ia melihat sekelilingnya was-was. "Tidak apa-apa, aku bisa sendiri," tolaknya halus.

"Tuan masih tertidur, Nyonya tidak perlu khawatir," ujar Bram lagi.

Bram memapah tubuh Viona penuh hati-hati dan membantunya untuk berbaring di tempat tidur.

"Saya ambilkan sarapan dan obat-obatan, Nyonya."

Viona mengangguk. Viona menatap Bram lurus. Postur tubuh Bram sangat mirip dengan Aland.

Viona merindukan laki-laki itu.

Bram membungkuk sopan. "Saya pamit keluar dulu, Nyonya."

Viona mengangguk kecil. "Terimakasih."

•••

Perlahan, kedua mata Kanala terbuka. Namun, semuanya terlihat gelap gulita. Kanala berulang kali mengerjap dan meraba sekitar.

Tiba-tiba, cahaya lampu kuning menyorot, menerangi sebagian ruangan.

Kedua mata Kanala melebar begitu melihat keadaan Viona yang terikat di ujung sana. Di belakangnya, Damian menyeringai sembari mengusapkan ujung pisau yang mengkilap di leher Viona.

"Kanala, lari ..." pinta Viona.

Kanala dapat melihat Viona menatapnya dengan penuh air mata.

Kanala menggeleng dan mulai menangis. Ingin sekali Kanala bangkit dan berlari menyelamatkan wanita itu, namun tubuhnya terasa kaku, seperti terbius.

"Kak Viona!"

Kanala berteriak lemah melihat pemandangan mengerikan di hadapannya. Damian, laki-laki itu baru saja menusuk dengan brutal leher Viona.

Tubuh Kanala langsung melemas.

Kanala menyeret tubuhnya mundur saat Damian perlahan menghampiri.

RUTHLESS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang