Sepercik Kebahagiaan

642 18 7
                                        

HAPPY READING !!!

"Aland ih, bangun!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aland ih, bangun!"

Suara itu menggema lembut. Suara yang menjadi penyemangat Aland setiap harinya.

Viona berdecak kesal. "Kau ketiduran dua kali, Aland! Lihat, cantik yang mana?"

Viona mengangkat kedua bajunya tinggi-tinggi.

Aland mengetuk jari telunjuknya di dagunya, berpura-pura berpikir.

"Cantik yang di tengah."

Viona mendengus sebal. Pipinya memerah. "Jangan banyak bercanda, Aland! Nanti keburu kemalaman!"

Aland tertawa kecil. "Iya, Sayang, maaf."

Aland mengambil paperbag biru di dekat tempat ia duduk. "Pakai ini,"

"Bukannya ini hadiah untuk temanmu?"

Aland menggeleng. "Hadiahnya di dalam mobil. Itu untukmu, buka dan pakailah."

Viona membuka paperbag biru itu. Matanya langsung berbinar.

"Astaga, Aland! Ini pasti sangat mahal, ya?" Viona bertanya tak percaya. Kedua matanya masih terfokus pada gaun dan sepatu mewah di tangannya.

Aland tersenyum lebar. Hatinya sangat senang melihat Viona bahagia. "Pakailah. Jangan menggantinya lagi seperti waktu lalu,"

Dengan girang, Viona bergegas mengganti pakaiannya.

Viona kembali berlari antusias keluar setelah selesai memakai gaun dan sepatu itu. Ia berputar anggun di hadapan Aland.

"Cantik sekali." puji Aland tulus dari dalam hatinya.

Kedua pipi Viona semakin merah merona.

Viona berlari menuju Aland, lalu memeluk kencang tubuh kekasihnya itu. "Aland, terimakasih banyak."

Aland mengangguk. Ia mencium puncak kepala Viona.

Viona melepas pelukannya. Ia berlari lagi menuju cermin besar. Di sana, Viona berpose dan berputar-putar riang.

Aland mengambil ponselnya dalam saku. Ia mengambil gambar Viona sebaik mungkin.

Aland mengamati foto cantik itu. Tetes demi tetes air matanya tak terasa jatuh membasahi foto itu.

Aland mengusap nisan Viona.

"Maaf pernah menghilang lama. Dulu ayahku terus memaksa kita untuk berpisah. Aku takut dia akan menyakitimu jika tidak kuturuti,"

"Tapi, setelah ayahku tiada, aku langsung berusaha mencarimu. Tapi ternyata kau sudah menikah dengan Damian."

Aland terkekeh. "Aku bajingan tidak tahu malu memang.

Aland memeluk nisan Viona. Kedua matanya memerah.

"Aku memang selalu terlambat. Aku khilaf melakukannya saat itu. Aku terlalu senang bisa bertemu denganmu lagi. Dan karena itu, kau jadi terluka." Aland menunduk. Ia merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri.

"Kanala memberitahuku semuanya. Semua tentang luka-lukamu." Air mata Aland tak terbendung lagi.

"Maafkan aku, Viona, Maaf ..."

•••

akhirnya penderitaan Viona usai sudah :(
big thanks buat kalian yang udah baca dan mau nunggu! 𖹭≽^• ˕ • ྀ≽𖹭

setelah ini gilirannya Elgar ₍^. .^₎⟆

^₎⟆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RUTHLESS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang