30

1.8K 55 32
                                        

HAPPY READING !!!

HAPPY READING !!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Suara deruman mobil terdengar dari luar rumah kediaman Damian. Mobil sedan putih itu terparkir di pelataran yang dipenuhi banyak dedaunan.

Sosok tinggi Kevin muncul dari dalam mobil. Kevin yang merasa gerah melepaskan jas putih yang melekat pada tubuhnya, menyisakan kemeja dengan warna yang senada lalu meninggalkannya di dalam mobil. Kevin melangkah santai masuk ke dalam rumah.

Kevin terkejut ketika tiba-tiba anak buah Damian muncul dari balik tembok. Kevin mengusap dadanya kasar.

"Memang serasi, bos dengan anak buah sama-sama setan!"

Bram tak menanggapi. Bram membungkuk sopan. "Nyonya berada di kamar bawah dekat tangga, mari saya antar,"

"Tidak usah, aku sudah tahu. Kebetulan aku dukun berkedok dokter," tolak Kevin.

Kevin kembali melangkah santai. Laki-laki itu tanpa rasa canggung membuka pintu kamar dan langsung masuk ke dalam.

Kevin berdecak saat tak mendapati Damian di dalam, yang ia lihat hanya Viona yang tengah berbaring di ranjang.

"Suami kurang ajar, istri sakit tidak ditemani,"

Viona yang mendengar suara langsung bangkit duduk dan mengelap matanya yang basah.

"Damian tidak disini,"

"Aku tidak mencari setan berwujud manusia itu, aku kemari untuk memeriksamu," Kevin tersenyum, ia berubah lembut.

"Wajahmu masih pucat, berbaring saja," Kevin dengan cekatan membantu Viona yang sedikit kesusahan.

Viona memekik pelan ketika tangan Kevin secara tidak sengaja menyentuh lukanya.

"Maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu," tutur Kevin panik. Kevin sendiri pun bingung, padahal ia hanya menyentuh tubuh wanita itu pelan dan tak menekannya sedikitpun.

Viona menggeleng cepat. "Tidak-tidak, aku baik-baik saja," Viona tersenyum hangat tak ingin membuat Kevin khawatir. 

•••

Suara gemercik air memenuhi kamar mandi yang sunyi. Saat ini, Damian tengah memandikan tubuh Kanala yang masih belum sadar. Dengan telaten Damian melakukannya.

Terakhir, Damian membuka mulut Kanala lalu memasukkannya sikat gigi dan menggosoknya pelan. Setelah itu, Damian menopang tubuh Kanala dan meminumkannya air, kemudian sedikit memiringkan kepala gadis itu supaya tidak tertelan.

RUTHLESS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang