{14}

6.1K 440 32
                                        

Sam POV

"Radith..." kata pemuda yang datang bersama Ayah dan wanita (yang kutebak adalah calon Bundaku) seraya memeluk tubuhku sangat erat.

Aku tak mengerti kenapa pemuda itu memanggilku dengan nama Radith. Ayah belum bilang kalau tante Dina sudah punya putra seumuran denganku. Beberapa detik kemudian Eric segera menarik lengan pemuda itu dari tubuhku.

"Maaf tolong lepaskan pelukan anda dari tubuh kekasih saya" kata Eric posesif.

"Apa maksudmu? Dia Radithku bukan kekasihmu" protes pemuda itu ingin melayangkan pukulannya ke arah Eric. Tante Dina langsung menarik lengan putranya.

Aku memeluk tubuh Eric sangat erat agar dia tak tersulut emosi. "Tolong tahan amarahmu, Eric. Ini hanya salah paham". Eric berusaha mengatur nafasnya untuk meredakan amarahnya.

"Damian, siapa yang kamu maksud dengan Radith?" tanya Ayah pada pemuda itu. "Dia itu Radith, Om" kata pemuda yang sekarang kutahu namanya Damian.

"Maaf Damian. Aku bukan Radith yang kau maksud. Namaku Sandy" kataku mencoba menengahi kesalah pahaman ini.

"Ian... Mama mohon tenanglah Sayang" sahut tante Dina. "Maaf atas kesalah pahaman ini. Aku akan menjelaskan semuanya" lanjutnya.

Kami pun masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga. Aku duduk di samping Eric yang sedari tadi menggenggam erat tanganku. Ayah berada di sebelah kiriku. Tante Dina dan Damian duduk berhadapan dengan kami. Sementara Om Mada, Om Damar, Papa dan Abi duduk berdampingan di samping kanan dan kiriku.

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Papa pelan. "Tak apa Sandy, ini hanya salah paham" sahut Ayah.

"Maaf sebelumnya aku akan mengenalkan diri. Aku Dina Mahardika dan ini adalah Damian Rayastra Dirgantara, putraku" lirih tante Dina. "Iya Dina, selamat datang di keluarga kami. Dan kau juga Damian. Perkenalkan aku Mada dan ini Damar, suamiku" sahut Om Mada dengan bibir yang dihiasi senyuman ramah.

"Oya, aku Sandy dan ini Sarfarraz, suamiku" sahut Papa tak mau kalah. Kulihat ekspresi tante Dina dan Damian sangat terkejut. Aku tahu apa yang sedang mereka bingungkan karena keluarga kami adalah keluarga yang "sedikit antimainstream".

"Aku minta maaf atas keegoisanku tadi. Namaku Zefran, aku adalah tunangan Sandy yang tadi kau sebut Radith. Sebenarnya siapa Radith itu?" kata Eric.

Tante Dina dan Damian sama-sama menarik nafasnya dengan berat. Dapat kulihat raut wajah mereka dalam ambang kebingungan dengan otak yang dipenuhi tanda tanya besar karena ada 3 pasangan lelaki dengan lelaki di rumah ini.

"Baiklah aku akan mulai menjelaskan semuanya" kata Tante Dina yang kini telah berhasil menguasai dirinya.

"Radith adalah saudara Damian, aku mengadopsinya 22 tahun yang lalu. Saat itu aku dan suamiku belum dikaruniai seorang anak, jadi kami memutuskan untuk mengadopsi seorang bayi. Waktu itu, aku dan suami langsung jatuh cinta pada Radith saat pertama kali melihatnya. Radith mempunyai mata berwarna coklat gelap yang indah.

Namun Radith kecil sering sakit-sakitan karena kondisi fisiknya sangat lemah. Oleh karena itu, aku dan suamiku berusaha mengobatkan Radith. Dan Radith bisa bertahan hingga saat ini meskipun sekarang koleps jantungnya semakin sering terjadi".

"Radith punya wajah mirip denganmu Sandy. Itulah sebabnya di awal tadi aku kira dirimu adalah dirinya. Namun aku sadar saat aku melihat mata biru gelapmu. Mata itu yang membedakan kalian" sahut Damian.

"Apa hal itu bisa terjadi?" sanggahku. Dan Damian mengangguk dengan mantap.

"Radith adalah saudara kembarmu, Sandy" ungkap Damian.

My Beloved Little BrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang