Bab 23

2.9K 182 16
                                        

Siang hari seperti ini memang sangat nyaman jika digunakan untuk tidur. Seperti Syaqira yang telah menyelesaikan pekerjaan rumah. Perempuan itu berniat untuk memanjakan dirinya. Setelah berendam, perempuan itu mulai menyiapkan beberapa perlengkapan skincare miliknya.

"Umaaaaaaaa!" Syaqira menghela nafasnya panjang mendengarnya.

"Iya, dek? Uma di kamar," jawabnya.

Tak berselang lama, kedua anaknya datang menghampirinya. Keduanya berdiri disamping Syaqira. Hafizh berada disisi kirinya sedangkan Syaqila disisi kanan. Keduanya mengamati kegiatan ibunya dengan melongo.

"Uma pakai apa?" Tanya Syaqila.

"Hm? Uma pakai masker, sayang." Syaqila semakin mendekat. Bocah itu tampak begitu kepo dengan masker milik Umanya.

"Qila mau juga Uma," ujar Syaqila sembari menarik lengan Syaqira.

"Hapis juga Uma," imbuh si sulung.

"Coba, Mas Hapis ambilin dikeranjang itu. Kayaknya Uma pernah beli," ujar Syaqira menunjuk keranjang khusus sabun milik kedua anaknya.

Hafizh berjalan kesudut ruangan. Tangannya terus mengobrak-abrik guna mencari masker yang ibunya maksud.

"Bungkusnya warna hijau ya?" Imbuh Syaqira.

"Ini bukan, Uma?" Syaqira menoleh lantas mengangguk ketika barang itu sudah ditemukan oleh Hafizh.

Hafizh membaca masker itu sekilas, lalu menyerahkannya pada Syaqira.
Dengan telaten, Syaqira memakaikan masker itu pada wajah kedua anaknya. Syaqila terkikik geli melihat wajahnya di dalam cermin.

"Nah, udah deh." Syaqira tersenyum manis melihat kedua anaknya yang sudah tertutupi dengan masker karakter.

"Ditunggu lima belas menit, nanti terus dicopot." Ujarnya.

"Ditunggu sambil nonton You Tube boleh, Uma?" Tanya Hafizh.

"Boleh, itu pakai punya Aba." Tunjuk Syaqira pada benda milik Gus Ibra.

Setelah kedua anaknya anteng. Syaqira pun kembali melanjutkan kegiatannya. Membiarkan kedua anaknya fokus menonton kartun di aplikasi.

Bertepatan dengan itu, Gus Ibra masuk kedalam kamar. Lelaki itu terkejut melihat ketiga manusia didalamnya sudah sibuk dengan wajah yang tertutupi masker.

"Pakai apa ini?" Kekeh Gus Ibra mendekati kedua anaknya.

"Pakai apa ini?" Kekeh Gus Ibra mendekati kedua anaknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pakai maskel Aba. Bial cantik sepelti Uma," jawab Syaqila lucu. Gus Ibra terbahak seketika.

"Waduh, centil ini anak Aba." spontan Gus Ibra mencubit lengan kecil putrinya.

"Mas Ibra. Kita jadi kerumah Bunda kan?" Tanya Syaqira sembari mendekati ketuganya.

"Jadi, sayang. Nanti sore kan?" Ujar Gus Ibra.

After MarriedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang