LONELY PATH

51 10 1
                                        

Markas Rama — Lokasi Sementara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Markas Rama — Lokasi Sementara

Rama menatap papan kayu tua yang dipenuhi foto-foto wajah. Beberapa dicoret merah, beberapa dilingkari. Di tengah, ada dua foto berdampingan: Jevaro dan Ginara.

“Cinta… membuat orang buta,” gumamnya pelan, senyum tipis membelah wajah dinginnya.

Di belakangnya, seorang pria muda datang—Naufal.

“Kode hitam dikirim ke Ginara,” lapornya.

Rama menoleh. “Bagus. Kita mulai permainannya sekarang.”

“Lo yakin dia bakal ke sana sendirian?”

Rama mengangguk. “Dia terlalu peduli. Itu senjatanya, sekaligus kelemahannya.”

Naufal menatap Rama sesaat. Ada sesuatu dalam matanya yang mulai berubah, seperti bara kecil yang perlahan menyala.

“Tapi Jevaro… mungkin gak akan diam,” gumam Naufal.

Rama tersenyum lebar. “Biarkan dia datang. Biarkan dia lihat, siapa sebenarnya aku.”

---

Gudang Tua – Lokasi Operasi

Ginara tiba lebih dulu. Gudang tampak kosong dari luar, tapi ada sesuatu yang tak beres. Ia memasuki lorong panjang dengan pistol siap di tangan. Setiap langkahnya terasa berat, bukan karena takut—tapi karena firasat buruk.

“Gin…” suara samar terdengar.

Ginara menoleh. Bayangan seseorang muncul dari balik dinding. Jevaro.

“Apa yang lo lakuin di sini?!” bisik Ginara, panik.

“Lo pikir gue akan duduk diam nunggu kabar lo mati?”

“Tapi lo gak boleh ada di sini, Jev. Kalau terjadi sesuatu—”

“Sesuatu akan terjadi justru karena lo sendirian,” potong Jevaro.

Mereka bertatapan dalam gelap. Ginara ingin marah, tapi jantungnya justru lega melihat Jevaro di sana.

Tiba-tiba, suara pintu logam berderit nyaring. Lampu-lampu gudang menyala serentak.

Dan di ujung lorong, Rama berdiri—sendirian.

“Selamat datang… di akhir permainan,” katanya dengan nada datar.

Ginara langsung mengangkat pistol. Jevaro berdiri di sisinya, wajahnya kaku tapi tenang.

Rama melangkah mendekat.

“Lucu sekali melihat kalian berdiri bersama. Polisi dan pembunuh. Cinta yang ganjil.”

“Permainan lo selesai, Ram,” ucap Ginara dingin.

“Sayangnya, ini baru dimulai.”

Dari sisi lain gudang, pasukan Rama muncul, bersenjata lengkap. Mereka mengepung cepat.

CriminalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang