32

174 7 1
                                        

Waktu terus berjalan sampai pada akhirnya beberapa bulan yang lalu Prilly di nyatakan hamil anak pertamanya, kini usia kandungan Prilly menginjak 6 bulan. Semasa hamil Ali selalu sigap menemani Istrinya itu kemanapun pergi dan terus menjaga Prilly, semenjak hamil juga Prilly malahan tak ingin melihat Ali berlama-lama membuat suaminya itu sedikit kesal karena selalu saja di marah Prilly kalau dia berada di dekat istrinya.

"Besok aku pulang"

Prilly hanya menghembus nafasnya panjang dan mengangguk lesu

"Kok gitu mukanya"

Prilly hanya mengerucutkan bibirnya menatap suaminya di layar ponselnya yang beberapa menit lalu menelponnya dengan panggilan video. Semenjak Prilly hamil, setiap Ali Flight Ali lebih sering menghubungi istrinya itu mungkin sehari ada puluhan kali. 

"Kok cepat banget pulang nya, kayaknya baru kemarin"

Dari sebrang sana Ali berdecak sebal, bahkan ini sudah seminggu rasanya sudah lama bagi Ali meninggalkan istrinya itu. Sekarang terbalik, Prilly lebih cuek kepada Ali dan Ali sangat kesal selalu diabaikan istrinya.

"Semenjak hamil kamu tidak mau bermanja-manja lagi sama aku"

"Huuuh gitu aja marah, anak kamu nih yang bikin aku malas lihat kamu soalnya kamu jelek banget katanya" kata Prilly dengan mengelus perutnya yang mulai membesar

"Kamu mau di bawakan apa" tanya Ali, Prilly berfikir lama kemudian menggelengkan kepalanya

"Yakin? gak ngidam sesuatu gitu, mumpung aku ada di Malaysia" Prilly tetap menggelengkan kepalanya

"Nasi lemak?"

"Aku gak mau apa-apa Ali" kesal Prilly

Ali hanya menghela nafasnya, lupa kalau mood orang hamil suka berubah-ubah. Ali harus lebih sabar lagi menghadapi istrinya yang sedang hamil ini. Tunggu aja beberapa jam nanti pasti Prilly akan menelponnya kembali dengan meminta sesuatu, karena udah sering Ali mengalami plin plan nya sang istri yang sedang hamil ini, pikiran nya cepat berubah.

"Yaudah maaf" kata Ali akhirnya mengalah

"Besok kamu tidur tempat Alif aja ya" ucap Prilly dengan santai

"Kok gitu, udah beberapa bulan aku tidur dikamar Alif masa kamu suruh aku tidur disana lagi" Prilly terkekeh melihat wajah kesal Ali, ya gimana ya dekat Ali membuatnya mual

"Kan aku udah bilang anak kamu yang minta, dia gak mau lihat bapaknya"

"Ya aku gak mau tau besok malam aku mau tidur sama kamu"

"Kalau gitu aku yang pindah" balas Prilly sesantai mungkin dengan merapikan rambutnya

"Prilly" Prilly terus saja tertawa melihat wajah kesal suaminya itu, bukannya takut ia malah mengejek Ali terus terusan. Gak tau ya suka aja gtu buat Ali kesal

"Kemana istriku yang dulu, yang selalu manja dan gak mau jauh-jauh dari aku" kata Ali dengan frustasi

"Kamu juga sekarang lebih cerewet, mana Ali yang dulu yang selalu datar sama istrinya" balas Prilly dengan santai

Ali hanya diam menatap Istrinya yang terlihat santai. Memang benar semenjak Prilly hamil Ali lebih cerewet karena ia tau Prilly itu ceroboh dan ia harus menjaga anak di dalam kandungan Prilly dan juga kesehatan sang istri.

"Udah ah, aku mau jalan-jalan ya"

"Jalan-jalan kemana? sama siapa?" tanya Ali dengan menatap Prilly tajam

"Kok gitu tatapan nya, aku matiin nih video call nya"

Ancaman macam apa itu?

"Gak usah kemana-mana aku masih mau melihat wajah istri aku" Prilly memutar bola matanya malas

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pangeran PilotTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang