Pria itu terlalu sempurna dan aku mulai jatuh cinta pada pandangan pertama pada pangeran pilot itu dia adalah pria yang tidak tertandingi dia adalah pangeran pilot yang sangat tampan bahkan sangat tampan di mata aku, walapun dia dingin dan cuek tapi...
Prilly masih terdiam di dalam mobil, ia menatap restoran Cacing yang gelap dan tidak ada pengunjung sama sekali, ini Ali menipunya atau bagaimana? Restoran Cacing begitu sepi tidak ada lampu yang menyala. Kalau memang tutup kenapa Ali menyuruhnya datang kesini?
"Pak kayaknya kita pulang aja deh"
"Kenapa non bukannya den Ali sudah menunggu"
"Ini gelap dan sepi pak, Prilly takut"
"Gapapa non, nanti saya liatin dari mobil non masuk aja dulu"
"Gak ah pak takut"
"Telpon den Ali aja"
"Prilly gak bawa hp" ucap Prilly dengan cemberut
"Itu ada lampu yang menyala non" Prilly menoleh dan benar saja ada lampu yang menyala walaupun sedikit remang remang
"Kayak nya itu Cacing deh" gumam Prilly
"Yaudah non turun aja dulu" Prilly tampak ragu menuruni mobil, tapi akhirnya ia pun keluar dari mobil itu dan menatap salah satu lampu yang menyala
"Cacing itu lo bukan" panggil Prilly
"Yah kok malah mati lagi lampunya" ucap Prilly kaget
"Pak" Saat Prilly menoleh ke belakang mobilnya sudah tidak ada
"Cacing Ali" panggil Prilly
Tiba tiba lampu hidup di bagian bawah restoran Cacing, Prilly berjalan pelan ia menatap keseliling dimana penuh dengan bunga bunga di sekitar ia berjalan. Dan ada sebuah tanda panah itu artinya ia harus menaiki tangga dan berjalan keatas tepatnya rooftop restoran Cacing. Prilly tanpa ragu ragu menaiki tangga, dan akhirnya ia menarik nafasnya dan menaiki tangga itu dengan pelan sesampai di atas suasana sangat gelap. Lagi lagi gelap ia sangat tidak suka gelap, ck kenapa Ali melakukan ini semua sih, kalau mau romantis memangnya harus gelap begini ya?
"Ali" panggil Prilly
"Ali kamu tau kan aku gak suka gelap, hidupin dong lampunya" rengek Prilly
Tidak ada sahutan sama sekali dari Ali, suasana benar benar sunyi membuat Prilly merasa takut
"Ali aku takut" Prilly menutup kedua wajahnya
Tek...
Lampu pun hidup, perlahan Prilly membuka kedua tanganya yang menutup wajahnya barusan, matanya membelak kaget melihat pemandangan rooftop yang begitu indah ini ia menutup mulutnya tak percaya apa yang di lihatnya sekarang ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.