32

126 23 1
                                        

‎1 Minggu Kemudian.

Jisoo menghela napas berat saat ia menunduk di atas ranjang hotel. Ranjang yang telah ia tiduri sendirian selama satu minggu terakhir. Ia mulai bosan bangun tidur dengan seprai putih dingin yang sama dan sangat ingin kembali ke ranjangnya yang hangat dan nyaman di rumah. Ia telah berada di Pyeong Chang selama seminggu untuk urusan pekerjaan, sementara Jennie berada di rumah di Hongdae.

Untungnya, hari ini adalah malam terakhirnya jauh dari Jennie dan ia tak sabar untuk kembali ke rumah. Ia duduk dan mengeluarkan MacBook-nya dari tas sebelum menyandarkan punggungnya ke sandaran kepala ranjang. Ia membuka daftar panggilan terbarunya dan mengklik nama Jennie.

‎"Hai Chu!" Jennie tersenyum saat wajahnya muncul di layar.

Jisoo merasakan gelombang relaksasi seketika saat melihat senyum manis Jennie.

Dia tersenyum dan melambaikan tangan. "Hai Jendeukie."

"Ada apa? Kamu terlihat lelah," Jennie cemberut.

"Aku sedikit lelah. Hari ini syutingnya panjang." Jisoo menghela napas sambil meregangkan lengannya.

"Bagaimana harimu hari ini?"

"Baik-baik saja, aku dan Chaeyoung pergi makan siang, lalu kami pergi menonton Lisa mengajar kelas tari." kata Jennie.

"Aku merindukanmu..."

"Aku juga merindukanmu..." Jisoo tersenyum, menatap Jennie dengan penuh kasih sayang.

"Aku akan segera kembali, jangan khawatir."

‎Jennie menghela napas panjang,
"Berapa lama lagi!" Dia merengek membuat Jisoo tertawa.

"Sudah 168 jam, Jennie," kata Jisoo sambil mengenang angka itu.

"Itu total jam yang kamu butuhkan untuk memutuskan berbicara denganku untuk pertama kalinya."

Jennie tersenyum malu-malu, menunduk sambil memainkan boneka beruang di tangannya.

"Dan sekarang sudah 168 jam sejak terakhir kali aku mencium tunangan ku..." kata Jisoo.

"Kita sudah menempuh perjalanan panjang, ya?"

"Ya, memang..." kata Jennie pelan dengan senyum lembut di wajahnya.

"Aku tidak akan menukarnya dengan apa pun di dunia ini."

‎"Aku juga, sayang, aku juga." Jisoo menghela napas.

"Aku akan pulang besok siang. Aku janji." Jisoo tersenyum meyakinkan.

"Bagus, karena aku benar-benar tidak tahan lagi seharian di tempat tidur ini sendirian, tanpamu." kata Jennie.

"Dan aku tidak akan bekerja, jadi aku akan bebas seharian."

"Hebat. Akhirnya aku bisa punya waktu berdua saja denganmu." kata Jisoo.

"Aku bicara dengan kakak ku pagi tadi, Seulgi dan dia sedang bersenang-senang di Hawaii, dan merekomendasikannya untuk bulan madu kita nanti."

If You (Jensoo)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang