Jennie duduk di sofa ruang tamu dengan Jaesoo berbaring di dadanya. Ia sedang menonton TV, menunggu siaran Jisoo.
Jisoo sedang pergi malam itu untuk mempromosikan serial drama barunya sebelum kembali besok pagi.
Jennie memutar Jaesoo menghadap TV tepat saat Jisoo muncul di layar.
"Oh lihat Jaesoo, itu Mommy, dan uncle Tae." kata Jennie sambil menunjuk ke layar.
"Tamu hari ini adalah para pemain serial drama baru 'Somewhere like this.' Kita punya Park Hyunsik, Park Sooyoung, Kim Taehyung, dan Kim Jisoo."
"Hore!" Jennie tersenyum sambil bertepuk tangan dengan Jaesoo.
Jennie menonton wawancara, mereka berbicara tentang acara dan syuting, serta hal-hal lainnya. Dia sangat bangga pada saudara laki-lakinya dan istrinya.
"Kim Jisoo, kami tahu kamu punya bayi yang baru lahir di rumah, bagaimana rasanya bagimu?"
"Luar biasa. Sulit rasanya jauh dari mereka karena pekerjaan, aku sangat merindukan mereka, tetapi ini merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Ini merupakan penyesuaian besar bagi ku dan istriku, tetapi kami senang menjadi ibu, dan tidak ada satu hal pun yang ingin ku ubah." Jisoo tersenyum.
"Sekarang, kami telah melihat istri mu di berbagai acara dan wawancara dan kalian berdua selalu berhasil mencuri perhatian. Saya mengerti bahwa kalian berdua memiliki basis penggemar yang sangat besar, dan saya ingin tahu, apa rahasia pernikahan kalian yang sukses?"
"Yah, sebenarnya ada beberapa hal. Menemukan orang yang tepat adalah hal pertama. Bagiku, Jennie Kim selalu menjadi... unicorn-ku. Kau tahu, luar biasa, istimewa, gadis yang kupikir tidak mungkin ada." kata Jisoo, membuat Jennie tersenyum saat mendengarnya.
Jennie ingat ada masa saat Jisoo tidak percaya adanya unicorn, dan pernyataan sederhana itu membuat hatinya sedikit berdebar.
.
.
.
.
Jisoo membuka pintu dengan pelan dan meletakkan kuncinya lalu melepas jaketnya.
Malam ini sudah larut saat ia kembali dari tempat kerja dan rumah terasa sunyi.
Ia menuju dapur dan membuka kulkas untuk mengambil air. Senyum kecil menghiasi wajahnya saat ia melihat sebuah piring di kulkas, terbungkus rapi, dengan sebuah catatan di atasnya.
Aku tahu kau akan lapar, makanlah!
Jisoo mengeluarkan piring itu dari kulkas dan menghangatkannya. Setelah makan malamnya yang larut, ia naik ke atas menuju kamar bayi. Dengan pelan ia membuka pintu dan memeriksa putrinya yang sedang tidur.
Jisoo terkejut melihat Jennie tertidur di tempat tidur siang, di seberang tempat tidur bayi.
Jisoo tersenyum dan berjalan ke arah tempat tidur bayi, lalu duduk dengan kaki bersilang. Ia meluangkan waktu sejenak untuk mengamati Jaesoo. Dada kecilnya bergerak naik turun, memberikan kenyamanan dan ketenangan. Rambut hitamnya yang lembut, dan pipinya yang chubby, selalu mengingatkannya pada Jennie.
Lalu Jisoo menatap istrinya yang sedang tidur, dan menyadari bahwa istrinya hampir jatuh dari tempat tidur kecil itu. Matanya membelalak dan ia bergeser ke lantai di samping tempat tidur tepat saat Jennie jatuh, sehingga istrinya jatuh menimpanya. Jisoo menghela napas panjang, napasnya terhenti, tetapi Jennie tidak bangun. Ia hanya memeluk Jisoo, masih tertidur lelap.
Jisoo menghela napas pelan saat Jennie berbaring di atasnya, karena tahu Jennie tidak mungkin akan terbangun. Ia mengambil bantal dari tempat tidur dan meletakkannya di bawah kepalanya sendiri.
Jisoo menatap Jennie, cahaya bulan menyinari kulitnya yang halus. Ia mengangkat tangannya untuk membelai pipi lembut Jennie sebelum mencium puncak kepalanya dan menutup matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
If You (Jensoo)
FanfictionTepat seminggu sejak Jennie mulai memperhatikan gadis itu. Pertama kali dia melihatnya, gadis misterius itu memakai kacamata, membaca buku, dan sesekali menggigit penanya dengan manis. Jennie dan Jisoo sama-sama mahasiswa di universitas YG. Apa yan...
