Enjoy reading....🤓
Sebuah gedung tua di pinggiran kota, bekas pabrik yang sudah lama ditinggalkan, berlumut, lembap pengap, berbau apek dan pesing. Key membuka matanya yang masih berkunang-kunang, efek pemukulan belakang lehernya. Rasa pusing dikepalanya bukannya hilang, malah bertambah setelah melihat Mike yang sedang hamil juga ikut di tangkap. Alex pasti akan memarahinya dan tidak akan membiarkan Mike bermain bersamanya. Yah, sebenarnya ia juga merasa bersalah karena malah menyeret Mike dalam masalahnya.
Key tidak takut kalau hanya ia sendiri yang di culik, karena sudah terbiasa dari kecil. Musuh - musuh ayahnya sering menjadikannya sebagai sandera. Yang jadi masalah sekarang, ia tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan seorang omega hamil bersamaan. Satu satunya harapannya adalah agar kelompok penculik itu tidak segera datang, dan Dante bisa segera menyelamatkan mereka berdua secepatnya.
Keadaannya sendiri tidak bagus dengan tangan diikat ke belakang, kakinya juga di ikat. Dan Mike juga tidak lebih baik. Sekarang ia menyesal, seharusnya dia biarkan saja bodyguard menjaga mereka dari dekat, bukan malah sembunyi sembunyi, yang berakhir Mike harus terseret masalahnya juga.
Ruangan itu lumayan gelap, hanya cahaya dari ventilasi yang berdebu yang membuat Key bisa melihat posisi Mike yang masih pingsan. Untunglah tidak banyak luka yang terlihat di tubuh Mike semoga tidak ada luka yang tertutupi juga.
Ditengah kegundahan dan kekhawatirannya, suara langkah kaki yang mengenakan sepatu pantofel terdengar nyaring di tengah ruangan yang sepi. Suara gesekan benda tumpul seperti tongkat bisbol yang diseret di lantai juga mengikuti. Membuat jantung Key semakin berdegup kencang. Harapannya tidak terkabul. Sepertinya sekelompok bajingan yang menculik mereka sudah kembali.
Key berusaha menggeser tubuhnya mendekati Mike, agar jika penculik berusaha menyakiti mereka, Key bisa sedikit melindungi Mike. Prioritasnya adalah omega hamil yang ia seret dalam kesialannya.
Suara pintu besi yang engselnya berkarat terdengar berdecit beberapa alpha dan beta masuk, setelah membuka pintu lebar lebar. Salah seorang di antaranya, alpha dengan bekas luka melintang di wajahnya, berjalan paling depan membawa pisau lipat.
Pria alpha itu, key ingat jelas. Tiga tahun lalu, ia juga sempat menculik key, namun belum sempat membawanya sudah ketahuan oleh Benjamin dan Dante. Berakhir Key di lepaskan.
"Kita ketemu lagi cantik." Sapa pria alpha itu, sok akrab.
"Hah, ternyata kamu lagi?! Belum kapok nyulik aku??" Key menantang, mencoba mengambil seluruh atensi.
"Kapok?! Tiga tahun lalu kamu hanya beruntung." Pria itu menyeringai.
"Sekarang, kamu disini, terikat tanpa ada yang bisa menolong." Sekarang giliran Key yang tersenyum meremehkan.
"Jangan seneng dulu karena baru berhasil nyulik aku satu kali."
Alpha dengan bekas luka itu melotot kesal karena diremehkan, tapi tetap berusaha menyembunyikannya kekesalanya demi menjaga wibawa.
Ujung pisau lipat ia tepelkan dibawah dagu Key, mengarahkannya ke atas agar Key mendongak, memperlihatkan wajah cantiknya.
"Stelah di perhatikan, kamu cantik juga." Hidungnya mengendus sisi belakang leher Key, mencari sumber feromon.
"Heh, sayangnya beta.... Tidak menarik," tanggapnya, kemudian matanya melirik pada Mike.
"Hmm... Omega ini boleh juga..." Komentarnya, namun setelah melihat lebih detail, pria itu mengumpat marah.
"Sialan! Sudah hamil! Pasangannya alpha dominan pula! Bau anjing menjijikan!" Sekarang Key bisa sedikit bernafas lega, karena Mike sudah di tandai Alex.
Nampaknya setelah mendengar umpatan pria itu, Mike jadi terbangun dari pingsan nya. Mata cantiknya mengerjap, mencoba menghilangkan pusing di kepala cantiknya.
"Ugh!"
"Kak Mike, sudah sadar?!" Key merapatkan tubuhnya pada Mike, agar bisa melindungi kalau ada serangan mendadak.
"Bos, kita apakan dua gadis ini?!" Salah seorang diantara penculik bertanya pada pria dengan bekas luka.
"Terserah! Aku benci bau anjing, dan beta. Kalau kalian doyan, kalian bisa berbuat sesuka kalian!"
Mendapat izin dari pemimpin mereka, beberapa beta dan alpha yang merasa tidak masalah dengan omega hamil dan female beta, mulai mendekati Key dan Mike, memperlihatkan ekspresi menjijikan mereka yang sedari tadi disembunyikan, membuat Key semakin mengeratkan pelukanya untuk melindungi Mike.
Untung saja, sebelum para bajingan itu sempat menyentuh mereka berdua, suara gebrakan pintu yang di buka paksa terdengar nyaring, mengalihkan atensi para penjahat.
Berkat latihan khusus membuka tali saat tangan diikat, yang ia pelajari dari Dante, Key berhasil melepaskan diri dan melepaskan ikatan Mike, saat si penculik lengah. Melihat situasi, Key langsung menarik Mike untuk bersembunyi di pojokan agar terhindar dari perkelahian orang orang.
Setelah suara pintu terbuka paksa terdengar, Dante dan orang orangnya masuk, membuat Key lega dan hampir menangis bahagia. Bersyukur karena mereka diselamatkan sebelum terjadi hal hal yang lebih buruk.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Setelah menyelesaikan tugasnya dengan terburu buru di jepang, Alex dan Benjamin segera terbang pulang ke Cambridge begitu mendengar bahwa omeganya yang sedang HAMIL telah di culik saat sedang jalan jalan bersama Key. Selama di pesawat, Alex bahkan tidak bisa tenang barang sedetikpun. Hatinya benar benar gelisah. Ini kesalahannya karena hanya menuruti keinginan Mike tanpa memikirkan keamanan omeganya.
"Lex, Mike ada di markas, sedang beristirahat setelah diselamatkan Dante." Ucap Ben memberitahu Alex saat baru saja turun dari pesawat.
"Kalau begitu kita naik motor saja, biar barang barang di bawa sama yang lain." Usul Alex yang di angguki cepat oleh Ben.
Motor Alex memang ditinggal di bandara saat berangkat, mengantisipasi kalau ada hal mendesak yang mengharuskan ia pulang lebih cepat, seperti saat ini.
Alex berboncengan dengan Ben dan langsung melaju membelah jalan raya menuju markas atau bisa disebut salah satu mansion Mr. Maxim, yang letakanya lumayan dekat dengan rumah pengasingan Alex di pinggiran kota.
Begitu masuk gerbang, Alex dan Ben langsung di sambut Dante dan Key. Tentu saja Dante yang menyambut Ben dengan pelukan dan Key yang berjalan pelan kedepan Alex dengan mata sembab, mungkin habis di marahi Dante atau Mr. Maxim.
"Alex, maaf..." Ucapnya penuh penyesalan.
"Gara gara aku yang ceroboh, kak Mike jadi kena imbasnya." Lanjutnya dengan mata berkaca kaca, siap menangis.
"Hmm, sudah berlalu. Yang penting jangan di ulangi lagi." Ucapnya cepat mengakhiri rasa bersalah Key. Bukan karena dia baik. Hanya saja tidak mau membuang waktu untuk hal tidak penting. Dia sudah tidak sabar untuk melihat keadaan omeganya, dan memastikan ia baik baik saja.
Tanpa membuang waktu lebih banyak lagi, Alex segera masuk mansion besar itu dengan tergesa, setelah bertanya dikamar mana omeganya berada pada Key. Kekasihnya itu lebih penting dari apapun.
Tbc.
Makasih yang udah mau nunggin ya...
KAMU SEDANG MEMBACA
our world
Romancewarning!!! female alpha x male omega yang nggak suka bisa skip typo bertebaran Slowly update say....
