34.

105 16 2
                                        

Enjoy reading..........

Langkah kakinya menjadi pelan setelah mendekati kamar yang digunakan Mike, agar tidak mengganggu omeganya yang sedah beristirahat di dalam sana. Gagang pintu ia tarik ke bawah perlahan, memastikan pintu kayu eboni itu tidak bersuara saat ia buka.

Ruangan luas dengan cat putih tulang dan beberapa perabotan mahal menyapa mata Alex sebelum matanya menangkap sosok yang sedang tertidur pulas. Dante sepertinya memilihkan kamar terbaik untuk Mike gunakan. Ia jadi lebih lega sekarang. Setidaknya calon suami dan anaknya sudah aman.

Kaki panjangnya melangkah hati-hati ke arah ranjang. Mengamati wajah cantik Mike yang terlihat kelelahan. Mungkin kejadian hari itu menguras banyak emosi dan tenaganya.

Alex mengulurkan tangannya, menggenggam jemari sang omega hati-hati takut melukai atau membangunkan pria rapuh itu. Bibirnya mencium punggung tangan yang terlihat rapuh dengan penuh kelembutan.

"Alpha?" Suara serak khas bangun tidur menyapa gendang telinganya.

Kepalanya menmendongak, mendapati omeganya terbangun. Ia segera merasa bersalah karena mengganggu tidur lelap kekasihnya. Seharusnya memang dia diam saja dan menunggu.

"Maaf, aku jadi ganggu kamu." Ucap Alex pelan.

Mike beranjak bangun, dan duduk menyandar pada kepala ranjang. Menatap Alex dengan seksama. Wajah alphanya terlihat berantakan, sepertinya Alex sudah mendengar kabar penculikannya dan langsung bergegas pulang, sambil terus merasa khawatir di perjalanan, kantung mata hitam di bawah netra merahnya menjadi bukti bahwa perempuan itu sama sekali belum istirahat.

"Kamu kecapek an ya?" Tanya Mike sambil mengusap pipi Alex lembut, mengabaikan permintaan maaf Alex sebelumnya.

Kepala dengan rambut panjang yang sedikit berantakan itu menggeleng, menanggapi pertanyaan omeganya, sambil menikmati elusan di pipinya.

Mendapati kebohongan alphanya, Mike hanya bisa menghela napas pelan.

"Tapi aku ngantuk, alpha. Kamu harus nemenin aku tidur. Aku capek banget kemaren." Kini ia mengeluarkan nada manjanya yang otoriter, agar alphanya mau istirahat.

"Iya, aku temenin. Maaf ya, kemarin nggak bisa jagain kamu dan bayi."

"Sini! Naik ke ranjang! Aku mau peluk!" Mike menarik tangan Alex kencang, agar alphanya menurut.

Setelah berbaring dan masuk selimut, sepertinya Alex mulai merasakan kantuk. Dengan paksa, Mike menarik kepala Alex ke depan dadanya, menyembunyikan wajah mengantuknya di dadanya yang mulai berisi.

"Sayang, dada kamu agak bengkak, sakit tidak?" Mike mendengus kasar. Sempat sempatnya menanyakan calon sumber kehidupan anaknya kelak, padahal sudah sangat mengantuk.

"Diam! Tidak usah bicara yang aneh aneh, sekarang tidur!" Karena sudah terlalu mengantuk, Alex memilih untuk menurut saja.

*

Hari sudah menjelang siang saat Alex terbangun dan Mike tidak ada di sebelahnya. Dengan panik Alex segera bangun dari ranjang dan berlari kelimpungan mencari omeganya hingga keluar kamar. Dan mendapati omeganya sedang memakan dessert bersama Mr. Maxim, Dante dan Key.

Akhirnya ia bisa menetralkan nafasnya yang memburu saat mendapati tidak ada sang omega di sampingnya setelah melihatnya aman.

"Kenapa penampilanmu kacau begitu Lex?" Dante meledek, saat melihat Alex dengan penampilan kacau.

Mendengar nama alphanya disebut, omega cantik yang sedang hamil itu menoleh ke arah pandang Dante, tersenyum lebar sambil terus menyendok dessert yang sedang dimakan nya itu.

"Sayang... aku cariin kamu kemana-mana." Ucap Alex manja sambil menjatuhkan dirinya di depan Mike yang sedang duduk dan memeluk perut buncit omeganya sambil menyembunyikan wajahnya tanpa malu.

Membuat tiga orang lain di ruangan itu sama sama terkejut, tidak mengira Alex benar benar seclingy itu jika bersama Mike. Mereka tau Alex sangat protectif terhadap Mike, tapi tidak tau kalau alpha female itu juga bisa manja kepada Mike.

Dengan canggung, Mike tersenyum pada tiga orang lainnya, berhara untuk memaklumi tingkah tidak tau malu alphanya ini. Yang tentu saja mereka juga ikut tersenyum canggung.

Mr. Maxim berdehem pelan, memecah suasana aneh yang dibuat Alex. Memberi kode pada kedua anaknya untuk memberi ruang pada sejoli itu. Sebelum benar benar pergi, Mr. Maxim mengatakan pada Alex yang sedang lupa diri untuk menemuinya jika sudah punya waktu luang.

*

Mr. Maxim duduk di kursi kebesarannya di ruang utama mansion. Sesekali menghisap cerutu mahalnya dan menatap Alex yang duduk dihadapannya. Hari sudah malam, saat Alex punya waktu luang, namun ruangan itu hanya diterangi cahaya remang remang dari beberapa lampu hias yang terpasang apik di dinding ruangan.

"Bagaimana kerjaanmu di jepang?" Alex mendengus sesaat.

Tuannya ini hanya basa basi belaka. Ia tau, Mr. Maxim jauh lebih tahu, bahwa ia tak akan ceroboh meninggalkan pekerjaan yang belum selesai dengan sempurna. Dan basa basi ini, jelas ada hal lain yang ingin Mr. Maxim sampaikan.

"Anda bisa mengatakan apapun Mr. Maxim. Saya tau, anda hanya berbasa basi bertanya tentang misi saya di jepang." Alex memang tidak suka pembicaraan yang melantur.

Mr. Maxim tertawa dengan suara berat,

"Baiklah. Sekarang aku hanya akan mengatakan intinya,

Aku akan mengangkat Mike menjadi anak angkatku. Secara resmi."

"Anda... tidak mabuk kan?" Alex bertanya sangsi.

Mr. Maxim sudah memiliki satu putra alpha, dan satu putri beta, bahkan akan memiliki menantu omega dari Dante. Bukankah itu sudah cukup?

Mr. Maxim menghisap cerutunya, kemudian menghembuskan asapnya perlahan. Mata tuanya yang masih tajam dan selalu membuat musuhnya gentar, menatap Alex serius.

"Sebenarnya bukan aku yang menginginkannya. Itu key, yang memohon. Meskipun sebenarnya aku sudah berniat seperti itu saat pertama kali tau kamu sudah memiliki mate."

Ruangan remang- remang itu sunyi. Alex terdiam, Mr. Maxim pun tidak ada niatan untuk menjelaskan lebih lanjut.

"Bukankah akan lebih banyak bahaya mengincar kalau omegaku memiliki hubungan dengan anda?"

"Yah, itu tidak bisa dipungkiri. Akan tetapi, jika Mike menjadi anak angkatku, aku bisa mengerahkan lebih banyak penjaga untuk menjaga Mike, dan mereka tidak akan meremehkan keamanan Mike." Alex mengangguk setuju.

"Tapi, anda tau sendiri. Saya sangat posesif." Mr. Maxim tersenyum miring.

"Kau fikir, hanya karna aku mafia, aku mengabaikan pasanganku? Kita sama sama alpha dominan, tentu saja merasakan hal yang sama kepada pasangan masing-masing."

"Aku akan menyuruh Key untuk tinggal bersama kalian." Lanjur Mr. Maxim.

"Tapi_"

*

Perjalanan pulang yang menyebalkan. Sepanjang jalan, Mike terus saja dimonopoli oleh Key, membuat Alex harus menelan rasa kesalnya sendiri. Saat mengatakan pada Mike sebelumnya, bahwa Mr. Maxim ingin menjadikan Mike anak angkat, omeganya itu langsung setuju. Karena sebenarnya, Mr. Maxim sudah lebih dulu mengatkan maksudnya pada Mike sebelum mengatakan pada Alex.

Sekarang mereka mereka sedang menuju penthouse. Perjalanan memakan waktu satu jam, dan saat akan sampai di komplek apartemen tempat penthouse mereka berada, Key mengatakan ia tidak akan masuk penthouse dulu, karena mau ke bar sebentar. Melarangnya hanya akan sia sia, Alex mengiyakan dan menyuruh Key untuk membawa beberapa bodyguard.

Key berganti mobil tepat sebelum sampai komplek apartemen. Menggunakan mobil bodyguard di belakang, dan tentu saja Alex akan pulang bersama Mike. Ia butuh istirahat setelah menghadapi orang tua dan anak anaknya yang bikin pusing kepala. Tidur sembari memeluk Mike terdengar baik.



Tbc.




Maaf ya kalau lama.....

our worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang