27.(2)

174 20 9
                                        

WARNING!!!

Aku tetap kasih warning, walaupun ini partnya sedikit. Kalau ga kuat, aku sarankan untuk segera berhenti. Tolong perhatikan diri kalian juga, jangan dipaksa ya.

-🪶

Kalau kalian kasih soal matematika tersulit, Novan pasti bisa mengerjakannya. Dan andai saja kalian kasih game teka-teki tersulit sekalipun, Novan juga pasti bisa mengerjakannya. Tapi, untuk sekarang Novan menyerah. Kenyataan hidup tidak sama dengan soal matematika. Kenyataan yang ada di depannya tidak sama dengan soal teka-teki manapun.

Novan memandang anak kecil yang kini bermain dengan kelinci di taman. Hatinya hancur, tapi matanya tidak bisa teralihkan dari sosok di depannya.

Dering telepon terdengar, Novan menatap nanar ponselnya yang menyala, menampilkan satu nama yang kini dia hindari. Haruskah Novan mengangkat telpon dari kakaknya?

Kakaknya pasti tidak akan siap jika harus berhadapan dengan situasi ini sekarang. Setidaknya, sampai kakaknya benar-benar sembuh dari luka itu. Setidaknya sampai Jovan tidak lagi mengunjungi dokter.

Terlalu lama sibuk dengan pikirannya sendiri, Novan sampai tidak sadar jika dering dari ponselnya sudah berhenti. Tangannya dengan ragu membuka kontak Jovan, memandangnya sedetik sebelum menekan tombol telpon.

Suara ocehan Jovan adalah yang pertama dia dengar. Novan kelu, bibirnya seperti tidak bisa digerakkan. Bagaimana jika Jovan tau apa yang saat ini ia lihat? Bagaimana jika Jovan akan kembali memaafkan mereka seperti dulu? Apa usahanya selama ini akan berakhir dengan kata sia?

Novan yang selama ini membuat Jovan bahagia, Novan sudah melakukan banyak cara. Jika dengan satu tindakan saja Jovan akan luluh, bagaimana dengan semua usahanya selama ini? Novan tidak akan membiarkan itu terjadi. Jovan hanya miliknya, selamanya adalah miliknya. Orang lain tidak boleh membuatnya menangis, orang lain termasuk laki-laki yang kini berdiri mematung melihat Novan di tengah lapangan.

Tanpa pikir panjang, Novan melangkah pergi. Jovan pasti membutuhkannya sekarang. Persetan dengan respon mantan temannya itu, yang Novan pedulikan hanyalah Jovan.

~Sarsnit~

"KAK!"

Pekikan Novan menggema ke seluruh ruangan. Begitu memasuki rumah, yang Novan lihat adalah Jovan. Meringkuk dibawah kaki kursi, dengan pecahan kaca dan lauk yang berhamburan di lantai. Kakinya dia bawa kearah Jovan. Tidak peduli serpihan kaca menusuk sampai menembus sepatunya. Novan membawa Jovan menjauh, tidak ingin kakaknya terkena serpihan kaca.

"Kak, dengar aku!"

Tangan Novan menepuk pipi Jovan dengan cukup keras, berusaha menyadarkan Jovan. Pandangan mata Jovan masih memancarkan ketakutan. Tangannya bergetar dan jangan lupakan bibir yang terus bergumam "jangan sentuh", membuat hati Novan teriris.

"Kak dengerin aku! Kita di rumah! Aku Novan!"

Novan memeluk Jovan, penolakan tentu saja dia dapatkan. Tapi Novan tidak peduli, dia terus mendekap tubuh bergetar Jovan dengan erat. Apapun, apapun asal Jovan bisa kembali pada momen saat ini. Bukan pada bayangan yang otaknya ciptakan. Apapun asal tidak dengan ketakutan Jovan. Apapun asal bukan melukai Jovan. Novan akan lakukan apapun.

Perlawanan dari Jovan mulai melemah, Novan semakin memeluk tubuh Jovan dengan erat. Dapat dia rasakan balasan dari Jovan. "Aku Novan, kak. Aku Novan!"
Kalimat itu terus Novan ucapkan. Tentu tujuannya untuk membuat rasa aman pada diri Jovan kembali lagi.

"Aku tidak suci."

Novan menegang, pelukannya pada Jovan sempat mengendur namun itu tidak lama. Novan kembali menghujami Jovan dengan ciuman di kepala. "Aku akan kembali menyucikannya." ucapnya lirih.

Novan tau, sangat tau apa maksudnya. Dia hanya tidak menyangka bahwa ternyata bayangan yang Jovan ingat adalah bagian itu. Bagian yang paling membuatnya marah. Hal yang membuat Novan hampir membunuh seseorang, yang memang pantas untuk dibunuh.

Tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa menjijikkannya manusia itu. Bahkan bajingan saja masih terlalu sopan.

~Sarsnit~

TBC

Selamat Hari raya adha teman-teman muslim. Kalian mau aku update berapa bab? Mumpung besok aku ada banyak waktu luang nih....hehehe🥹

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 26 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sarsnit | JAEMJENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang