⚠️WARNING⚠️
Jadikan Al Qur'an bacaan utama ya guys🤗
Rasulullah SAW memberi motivasi, "Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Allah kepadanya?
Jangan sampai kita lupa untuk membaca Al Qur'an walaupun dalam sehari hanya 1 ayat🥰
Happy reading
*****
"Bangun, sayang."
Nazira mengerjapkan matanya perlahan ketika mendengar suara Rakhan yang membangunkannya. Kesadaran belum sepenuhnya datang. Rasa kantuk masih menyelimuti dirinya, membuat kelopak matanya terasa berat untuk dibuka. Ruangan masih gelap dan hawa dingin pagi menyusup melalui celah jendela.
"Jam berapa sekarang, Mas?" tanyanya.
"Jam empat," jawab Rakhan singkat. Ia duduk di tepi ranjang, menoleh ke arah Nazira.
Mendengar jawaban itu, Nazira menarik kembali selimutnya hingga menutupi hampir seluruh wajahnya. Ia bergeser sedikit, mencari posisi yang lebih nyaman. Rasa malas untuk beranjak masih menguasai dirinya.
"Mas... ini masih lama untuk subuh," ucap Nazira kemudian. "Bangunkan aku lagi nanti adzan, ya?"
Rakhan tidak langsung menuruti permintaan itu. Ia menatap Nazira beberapa saat. Setelah itu, dengan hati-hati ia menarik ujung selimut pelan.
"Kamu belum mandi junub, sayang," kata Rakhan mengingatkan.
Kalimat Rakhan membuat Nazira terdiam sejenak. Ia membuka selimutnya perlahan dan menatap Rakhan.
Nazira menatap Rakhan sambil memanyunkan bibirnya. Wajahnya masih menunjukkan rasa kantuk yang belum sepenuhnya hilang.
"Dingin, Mas," ujarnya sebagai alasan.
"Tidak ada alasan, Nazira," perintah Rakhan dengan nada tegas namun tetap lembut.
Setelah berkata demikian, Rakhan kemudian menarik lengan Nazira secara perlahan supaya istrinya itu mau beranjak dari tempat tidur.
"Cepatlah, Nazira. Waktu subuh sudah semakin dekat," lanjut Rakhan mengingatkan.
Bukannya segera beranjak, Nazira justru malah bergelayut pada lengan Rakhan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya dan memeluk lengan itu erat.
"Bisa ngga, kalau aku tidak shalat subuh sekali ini saja?"
"Tidak bisa!"
"Aku janji nanti pagi aku langsung mandi junub, Mas. Setelah itu aku lanjut shalat fardhu yang lain," ucap Nazira. Nada suaranya dibuat seolah-olah meyakinkan.
"Tidak bisa, Humairahku," jawab Rakhan singkat.
Nazira tidak langsung menyerah. Ia kembali mencari alasan lain agar bisa menunda mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nazira
Romansa"LO HARUS TOLAK PERJODOHAN INI!!!" Ucap wanita itu yang sangat kesal dengan lelaki yang di hadapannya itu yang sama sekali tidak menolak dengan perjodohan ini. "Maaf, saya tidak bisa." Jawaban dari lelaki itu membuat sang wanita itu semakin emosi. "...
