Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

CZ 30

553 117 8
                                        

Berjalan santai sambil menggulung ujung lengan jas yang dikenakannya, ntah apa yang akan Calvin lakukan di kantor nanti di hari minggu begini. Awalnya ia sedikit bersenandung sampai pada akhirnya tatapannya jatuh pada pria yang tengah duduk dan mengobrol santai dengan istrinya di ruang keluarga rumah mereka ini. Hal itu membuat Calvin mempercepat langkahnya mendekati mereka.

"Teh sama gula di rumah kamu habis, sampai-sampai harus numpang minum teh di rumah orang pagi-pagi gini?" tanya Calvin pada Zean dengan tatapan sinisnya

Sandra tampak menatap tajam sang suami sambil berkata, "Papi apaansih omongannya kok gitu banget?"

Sementara Zean tampak santai menanggapinya bahkan sebelum menjawabnya Zean malah lebih dulu menyeruput teh yang disediakan untuknya itu

"hmm stok teh sama gula di rumah masih banyak kok om, apalagi sebenarnya kan saya juga gak rutin minum teh pagi-pagi gini cuma kalau yang nyediain tante Sandra kan masa saya tolak sih teh seenak ini" Jawab Zean dengan senyum tengil yang semakin membuat Calvin muak

"Masih pagi udah ngajak istri orang ngobrol maksudnya apa?" Calvin mencoba mempermasalahkan hal lain

"Kebetulan tadi tante Sandra sih yang maksa nemenin di sini, padahal saya udah bilang gapapa kok ditinggal sendiri"

"Ya jelasnya istri saya gak mau ninggalin kamu sendiri nanti kalau barang-barang pada ilang gimana?"

"Papi kenapa sih daritadi omongannya gak dijaga, inget anak kita juga sering main ke rumah mereka, papi pasti gak mau kan kalau Chika diperlakukan begini sama mereka" ucap Sandra sedikit kesal

"Ya bagusnya sih gak usah main lagi ke sana" balas Calvin makin menyebalkan

Sandra tak habis pikir apa yang merasukki pikiran suaminya itu kini, padahal hubungan keluarga mereka sudah terjalin baik sejak dulu tapi sekarang semenjak Chika dan Zean pacaran Calvin malah bersikap buruk.

"Ehemm apanih pagi-pagi udah pada tegang banget suasananya" Ucap Chika yang baru tiba namun tak ada seorang pun yang menjawab walau begitu Chika tampak bisa memahami situasinya. Ia berdiri mendekati Zean sambil memamerkan penampilannya yang cantik dengan setelan rok mini.

"Sayang gimana aku cantik gak hari ini?" tanyanya

Zean berdiri dan tersenyum pada Chika, "Kamu selalu cantik" simple tapi jawaban itu berhasil membuat pipi Chika memerah. Ia mencubit pelan lengan Zean ,"Kamu mah gombal"

Calvin menatap muak mereka, "Mau kemana kalian pagi-pagi gini?"

"Mau ajak Chika keluar om, di taman kota lagi ada acara fun run buat kegiatan amal"

"Fun run? Chika pakai rok mini gitu udah gila kamu?"

Zean menatap penampilan Chika sejujurnya ia memang lupa memberi tahu Chika mereka akan pergi jadi wajar jika Chika salah costum. Dan sejujurnya Chika pun kaget kalau tahu akan ke acara begitu mana mungkin Chika berpenampilan begini. Namun bukan Chika namanya jika tak punya cara untuk membela Zean kapanpun dan dimanapun.

"Ck.. yang ikut Fun run kan pacar aku doang papi, aku mah cukup nyemangatin soalnya kaki aku lagi sakit jadi gak kuat ikut begituan. Lagian udah sih banyak komen amat, harusnya aku yang nanya papi mau kemana di minggu pagi gini pake setelan kantor?" Chika mencoba membalikkan keadaan

"Ya ke kantor lah" jawab Calvin

"Astaga, papi CEO beneran atau bukan sih masa weekend masih ngantor, nih contoh calon suami aku yang beneran CEO ke kantor semaunya tapi perusahaan masih jalan. Gak perlu tiap hari ke kantor tuh" balas Chika

"Halah justru itu papi ragu, CEO tapi masih bisa jadi dosen, sibuk pacaran lagi, tengok tuh kantor siapa tau bentar lagi collapse" ucap Calvin asal

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Cegil ZeanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang