side story 3

13 0 0
                                        

Raynold terdiam mendengar pertanyaan Raylin , ia takut menjawab pertanyaan itu karena ia takut raylin akan meninggalkannya karena tau kondisi adiknya.

Raylin melihat ke wajah raynold yang tampak gugup, ia hanya menghela nafas panjang dan berusaha mencerna apa makna di balik raut wajah raynold yang sangat tidak bisa di tebak itu.

Setelah berselang beberapa menit akhirnya raynold membuka mulutnya untuk pertama kali.

"dia orang yang spesial di hati aku" jawab raynold dengan wajah penuh kecemasan.

"ohhhh , dia di mana sekarang?" tanya raylin lagi untuk memastikan arti dari orang spesial yang di ucapkan raynold itu bukan pasangan raynold.

"dia di rumah sakit" jawab raynold lagi semakin gugup.

"boleh aku jenguk dia juga?" tanya raylin lagi.

"boleh , tapi tidak sekarang nanti . Iyah nanti akan aku bawa kamu menjumpainya" jawab raymold memastikan raylin tidak salah paham

"baik , akan aku tunggu" jawab raylin yang masih bingung dan bimbang dengan hatinya.

Sesampainya di restoran raylin dan raynold memesan makanan dan hanya keheningan yang ada di antara mereka , raylin sesekali memperhatikan raynold yang bolak balik memeriksa handphonenya.

"ada sesuatu yang urgent?" tanya raylin lagi memecah keheningan.

"ah enggak aku takut ada chat dari rumah sakit hehe maaf kalau aku hanya fokus dengan handphoneku".

"ah gpp, kalau udah siap balik yuk sepertinya kamu kelihatan gelisah. Mending kamu langsung ke rumah sakit aja".

raynold terdiam mendengar perkataan raylin, "maaf, kencan pertama kita malah jadi berantakan gini gara gara aku" ucap raynold sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

"gpp lagian kamu juga ada urusan lebih penting, kalau gitu aku pulang sendiri aja" ucap raylin yang mulai frustasi karena melihat tingkah raynold yang sangat sulit ditebak. Apalagi ini pertemuan kedua mereka dan mereka belum dekat sama sekali.

"aku anterin kamu pulang saja kebetulan rumah sakitny searah dengan perjalanan ke rumah kamu" jawab raynold.

"baik" jawab raylin dengan singkat.

Raynold berulang kali menyalahkan dirinya dan berharap waktu bisa di putar kembali, di dalam mobil keheningan kembali menyelimuti. Raylin hanya menatap ke arah luar jendela sambil sesekali melihat ke arah handphonenya.

sesampainya di depan rumah raylin , "terima kasih" ucap raylin lalu ia turun dan langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.

Raynold belum sempat menjawab dan ia semakin merasa bersalah, dan terus menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa fokus dengan raylin hari ini.

Raylin bergegas masuk ke kamarnya dan melihat rere yang masih duduk di sofa tepat di sebelah tempat tidur.

"gimana kencannya?" tanya rere dengan semangat.

"gagal" jawab raylin dengan muka lesu dan capek.

"kenapa? Kok gagal?" tanya rere dengan penasaran.

"gue tadi nanya soal foto di handphonenya".

"siapa itu? Siapa siapa?" tanya rere penasaran.

"katanya orang yang spesial di hatinya" jawab raylin dengan muka males.

"hah? Serius loe? Gak bohong kan?" tanya rere lagi dengan muka penuh ketidak percayaan.

"iyah, sepertinya cinta pertamanya mungkin? . tapi dia juga bilang kalau orang itu di rumah sakit dan mungkin di saat yang tepat dia bakalan bawa gue buat jumpai cewek itu".

"jadi lu mau lanjut?" tanya rere dengan muka penuh penasaran.

"liat dulu".

"yakin?" tanya rere lagi memastikan.

"gue yakin , gue merasa seperti gue udah kenal lama dengan dia dan gue merasa dia gak asing di hidup gue".

"hmmmmm , mungkin orang yang pernah dekat dengan loe sebelum kecelakaan yang loe alami dulu" jawab rere mencoba berpikir dan mengingat orang orang yang dulu pernah dekat dengan raylin.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 29 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PERNIKAHAN KONTRAKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang