Paris malam itu begitu cantik sampai rasanya tidak adil kalau hanya dilihat dari balik jendela mobil. Karena, Paris selalu punya cara membuat sesuatu terlihat lebih romantis daripada seharusnya.
Lampu-lampu kota memantul di permukaan Seine yang gelap. Bangunan tua di sepanjang sungai berdiri megah di bawah langit malam, sementara jembatan-jembatan Paris diterangi cahaya kekuningan yang membuat semuanya terlihat seperti potongan adegan dari sebuah film.
Dan malam itu, tanpa ada yang merencanakannya, dua orang mengunggah foto dari tempat yang sama.
Bukan bersama. Tidak ada foto berdua. Tidak ada tag. Tidak ada petunjuk yang secara terang-terangan mengatakan bahwa mereka sedang berada di tempat yang sama.
Hanya dua unggahan.
Dua orang.
Satu sungai. Satu tempat dengan jarak dua belas menit jalan kaki dari tempat satu ke yang kain. Dan internet yang terlalu pandai menghubungkan titik-titik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Unggahan pertama datang dari Felix.
Felix berdiri di bawah lampu jalan dengan latar bangunan Paris yang terang. Rambut pirangnya jatuh melewati telinga, mengenakan jaket gelap dan kaus putih, dengan beberapa aksesori yang membuat penampilannya terlihat seperti seseorang yang baru saja keluar dari sebuah editorial fashion.
Ia tidak melihat kamera.
Tatapannya justru diarahkan ke samping.
Seolah ada sesuatu di luar frame yang sedang menarik perhatiannya.
Tidak ada Hyunjin di foto itu.
Sama sekali tidak ada.
Dan justru karena itulah masalahnya dimulai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dilain waktu beberapa jam kemudian Hyunjin dengan santainya mengunggah. Foto yang berbeda. Tempat yang berbeda sudut. Namun masih di sekitar Seine. Sebuah foto Hyunjin berdiri di depan Seine. Memperlihatkan kaki jenjangnya.
Ia mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak, celana kulit berwarna gelap, dan topi yang menutupi sebagian wajahnya. Kepalanya sedikit menunduk, kedua tangannya sibuk di bagian depan kemeja, dengan satu kaki bertumpu santai di pagar. Di belakangnya, sungai membentang gelap. Lampu-lampu bangunan di seberang memantul di air. Sebuah malam Paris yang tenang. Foto yang sebenarnya terlihat sangat sederhana.