Saat ini Jodha masih tak sadarkan diri. Sehnaz dan anak buahnya membawa Jodha ke salah satu kawasan sepi didaerah utara Kota Jakarta. Mereka memasuki sebuah kawasan perumahan yang sangat sepi dan hampir tak ada kendaraan yang terlihat berlalu lalang.
Mereka mengangkat tubuh Jodha dan membawanya masuk ke sebuah rumah besar namun terlihat tak terurus. Ini adalah rumah yang disewa Sehnaz untuk menyekap Jodha sementara waktu sebelum niatnya benar benar terlaksana.
Jodha dibawa kekamar dan dibaringkan diatas tempat tidur kemudian ditinggalkan oleh mereka dengan keadaan pintu dan jendela kamar dalam keadaan terkunci.
"Haidar, Khaibar... kalian berjaga didepan pintu ini. Sebentar lagi wanita itu akan segera sadar dan pastinya akan melawan. Jadi kalian harus pastikan bahwa dia tidak akan mencoba kabur. Panggil aku kalau dia sudah sadar, " perintah Sehnaz pada anak buahnya.
"Baik Nona, " jawab Khaibar.
"Adam, kau ikut denganku!" Perintah Sehnaz pada salah satu pria yang menculik Jodha tadi.
Land Cruiser VX tersebut masih melaju mengikuti jejak dari sinyal GPS yang terpasang dihandphone Jodha. Beruntung sepertinya tas milik Jodha luput dari perhatian para penculik sehingga handphone milik Jodha masih tetap bersamanya.
Kini Jalal dan Maansingh memasuki kawasan perumahan itu. Sinyal GPSnya semakin kuat. Apalagi saat mobil mereka melintas didepan sebuah rumah besar yang tampak tidak terurus. Jalal yakin bahwa penculik itu membawa Jodha kedalam rumah itu. Komandan Freddy dan beberapa anak buahnya juga sudah tiba disana. Walau mobil penculik Jodha tak terlihat dirumah itu, tapi Jalal tetap yakin kalau Jodha ada didalam rumah itu.
"Komandan, sinyal GPS ini semakin kuat didaerah sini. Pasti Jodha disekap didalam rumah itu, " ucap Jalal setelah turun dari mobil.
"Ya, kita akan coba mengepung rumah ini. Aku dan anak buahku akan mengendap endap masuk kedalam. Sebaiknya anda tunggu disini saja tuan. Karena ini cukup berbahaya mengingat bisa saja penculik itu membawa senjata, " komandan Freddy menganjurkan.
"Tidak komandan! Aku ingin menyelamatkan istriku. Tenang saja aku akan berhati hati, " Jalal berkeras.
"Ya, baiklah tuan Jalal. Kami minta anda ikuti arahan kami, " ucap komandan Freddy.
"Tunggu! Aku juga akan ikut dengan kalian, " sahut Maan.
Merekapun masuk dengan sangat berhati hati. Anak buah komandan Freddy bersiap mengepung dari berbagai sisi sudut rumah tersebut. Sedangkan Jalal, komandan Freddy dan Maan berusaha masuk kerumah tersebut.
Sehnaz nampak berjalan menuju kamar tempat Jodha disekap. Sehnaz masuk kedalam kamar dan berusaha menyadarkan Jodha. Sehnaz mendekatkan sebuah botol minyak angin kehidung Jodha agar ia bisa segera sadar. Menghirup aroma minyak tersebut, Jodha mulai bereaksi. matanya terbuka pelan dan mengerjap ngerjap. Jodha menjadi bingung, sedang berada dimana dia saat ini.
"Welcome Jodha, " sapa sebuah suara.
Jodha melihat siapa yang memanggilnya. Ia segera bangkit dan terhenyak setelah mendapati dirinya berada disebuah kamar yang cukup besar dengan kondisi tangan terikat. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ia melihat Sehnaz ada di hadapannya.
"Kenapa Jodha? Bingung?" Sapa Sehnaz.
"Sehnaz!!mau apa kau menculikku?" Tanya Jodha ketus.
"Mau apa? Oh, tidak Jodha. Aku hanya mau memberimu pelajaran, " jawab Sehnaz.
"Tapi apa salahku padamu hah? Apa karena aku adalah orang yang Jalal cintai?" Tanya Jodha lagi.
"Jalal??? Oh no Jodha!! It's not about Jalal!! But it's about you and me!!" Jawab Sehnaz setengah berteriak.
