Chapter 14

787 98 8
                                    

Author POV

Keheningan masih sangat terasa di anatra dua sejoli yang saling memeluk ini. Sookyung masih setia membelai rambut atau kadang punggung Sehun. Sehun yang masih setia menyembunyikan wajahnya di perut Sookyung dan sesekali terdengar suara sesenggukan dari bibirnya.

Sehun sudah lebih tenang. Sehun baru saja menangis seperti dunianya sudah runtuh. Ia masih merengkuh pinggang Sookyung sangat erat untuk merasakan kehadirannya. Sehun mendongakkan wajahnya dan mata mereka bertemu.

"Sudah lebih baik?" Tanya Sookyung, memberikan senyuman hangat. Sehun hanya mengangguk sebagai balasan.

"Kau lapar?" masih Sookyung. Sehun hanya diam menatapnya.

Kryuuukkk

"Jawab dengan mulut mu Oh Sehun", kekeh Sookyung.

"Aku sudah membuatkan mu katsu. Ayo makan, aku menunggu mu pulang agar kita bisa makan bersama", Sehun memang mengatakan untuk tidak membuatkannya makan malam tetapi naluri seorang istri milik Sookyung mengatakan sebaliknya.

Sookyung menarik tangan Sehun untuk bangun. Membantunya melepaskana jasnya dan beberapa perlengkapannya. Menuntun Sehun duduk di meja makan dan mengambilkannya nasi. Memperlakukan Sehun dengan penuh kasih sayang seperti memperlakukan anak kecil yang tidak bisa apa-apa. Begitu lemah dan manis.

Mereka makan dalam diam. Sehun terlihat masih sedih meskipun ia terlihat bisa menikmati makanannya. Matanya yang redup membuat Sookyung tidak tahan ingin melakukan sesuatu. Ia menatap Sehun terus selama makan sambil mencari ide bagaimana mengembalikan sinar di matanya.

Sookyung bangkit dan mulai membereskan piring-piring kotor dan mencucinya. Sehun masih duduk disana. Benar-benar terlihat frustasi dan kehilangan kekuatan kebesarannya. Melamun seperti ia sudah kehilangan seluruh kehidupannya dan berusaha memikirkan apa yang tersisa untuk ia perjuangkan.

------------------------

Sookyung POV

"Mandilah Hun, kau terlihat sangat buruk", ia menatap ku lagi-lagi dengan pandangan terlukanya. Aku tahu ia tidak bermaksud, tetapi bagaimana pun ia menyumbinyakannya perasaan itu tetap terasa sangat nyata. Aku meringis melihatnya. Aku ingin ia merasa lebih baik.

Aku menarik tangannya menuju kamarnya dan menyuruhnya untuk duduk di pinggir ranjang. Aku membuka lemarinya dan mengambilkan baju ganti yang sekiranya paling nyaman. Juga menyiapkan air mandinya, memasang heater untuk memastikan suhu air yang akan Sehun gunakan. Ia hanya menatap ku bolak-balik di hadapannya.

"Mandilah", kata ku. Ia terlihat enggan. Matanya lagi-lagi berbicara padaku bahwa ia takut aku akan pergi saat ia sedang mandi. Aku menggeleng. Aku tahu, ia butuh seseorang untuk menemaninya.

"Aku akan ke kamar. Panggil aku jika kau membutuhkan aku, okay?" Tanya ku. Aku hanyaingin memberikan waktu untuk dirinya sendiri.

"Apapun. Apapun yang kau butuhkan katakan saja. Kau tahu kemana harus mencari ku", kataku sambil mengedipkan sebelah mata ku bercanda. Aku melangkah keluar dari kamarnya dengan harapan setelah ini ia akan merasa jauh lebih baik.

-------------------

Author POV

Sehun menatap kosong ke arah pintu kamarnya. Memutar ulang kejadian beberapa waktu yang lalu saat Sookyung dengan sabar menemaninya, menenangkannya, memberikan kenyamanan, dan tidak menyerah untuk mengurusnya yang tidak tahu diri ini.

Saatnya kalian berdamai. Berdamai dengan hatimu. Dengan hatinya.

Love Me RightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang