Chapter 27

1.1K 82 4
                                    

5th Month

Sookyung POV

Seharusnya tahap mengidam ku sudah berakhir. Tetapi kadang aku masih saja ingin sesuatu yang aneh-aneh. Aku baru saja menyuruh Sehun untuk membeli Golden Oreo. Mungkin kali ini permintaan ku tidak terlalu aneh seaneh dulu.

Aku mulai merasakan napas yang kuhirup tidak hanya untuk diri ku. Aku seperti membaginya dengan baby-ku di dalam sana. Ini membuat ku mudah terengah-engah jika melakukan suatu pekerjaan berat.

Perut ku yang besar juga membuat ku agak sulit melakukan sesuatu. Jika aku sudah terlihat terengah-engah saat melakukan sesuatu, Sehun akan menyuruh ku berhenti dan berisitrahat. Sehun jadi semakin bisa diandalkan.

---

6th Month

Sookyung POV

Ini adalah pertengkaran pertama kami selama aku hamil. Bukan pertengkaran berarti sebenarnya, tapi kali ini Sehun sangat menyebalkan. Jadi aku memutuskan untuk mengungsi sementara di rumah orang tua ku. Sepertinya Sehun sudah mulai lelah dengan ku.

Eomma terlihat kaget saat aku datang dengan membawa banyak bawaan. Aku benar-benar terlihat baru saja minggat dari rumah. Tapi itu kan memang kenyataan. Perut besar dan banyak bawaan benar-benar membuat ku terlihat menyedihkan. Sebenarnya aku tidak berniat kabur, hanya saja aku ingin memberi Sehun waktu sendiri agar ia bisa berpikir jernih. Aku juga tahu seharusnya aku tidak kabur disaat Sehun kelelahan seperti ini, makanya ia memarahi ku tadi yang menjadi awal dari pertengkaran kami. Tapi aku benar-benar kesal dan aku butuh ketenangan.

Eomma tidak bertanya apa-apa mulai dari aku masuk sampai sekarang eomma sedang menemani ku menonton televisi sambil ngemil. Ia hanya sesekali melirik ku. Aku tahu eomma pasti penasaran. Ini hanya masalah sepele, aku tidak ingin membebani eomma. Tiba-tiba terdengar suara mobil yang masuk ke garasi rumah.

"Annyeonghaseyo eommonim", Sehun menghampiri kami. Eomma membalas sapaan Sehun. Ia melihat kami bergantian seolah-olah sedang melihat drama yang sebentar lagi akan terjadi.

"Kita perlu bicara", oh, aku bosan dengan kata-kata itu. Eomma seolah mengerti kalau aku susah untuk bergerak dengan perut besar ku kemudian ia bangkit dan membiarkan kami bicara berdua.

Sehun duduk di samping ku kemudian memeluk ku erat. Ia meminta maaf berkali-kali. Aku menyurukkan kepala ku ke lehernya. Ah, aku benci hormon yang baru saja menegaskan kalau aku tidak butuh Sehun tetapi sedetik kemudian mengemis-ngemis pada Sehun. Jangan-jangan aku hamil anak kembar? Tidak, tidak mungkin. Atau jangan-jangan anak ku kepribadian ganda? Oh tidak!

"Aku sangat mengkhawatirkan mu", katanya sambil melepas pelukannya. Aku meringis karena memang aku tidak berpikir dua kali tadi untuk mengungsi sementara kesini dan terburu-buru waktu membereskan barang.

"Kau pikir kau mau pergi kemana dengan perut besar seperti itu?!" ah, lagi-lai Sehun memarahi ku.

"maaf..." ia memeluk ku.

---

7th Month

Sehun POv

"Kau ingin beli apa lagi?" Tanya ku pada Sookung yang sedang sibuk menyisir pusat perbelanjaan untuk membeli perlengkapan bayi. Ia tidak kelihatan kelelahan sama sekali. Jika sudah berhubungan dengan kata belanja memang tidak akan ada lelahnya, dasar wanita!

Belanjaan di tangan ku sudah banyak tetapi Sookyung sepertinya masih ingin belanja lagi. Tidak apa, hanya saja ia akan kelelahan. Aku menuntunnya untuk duduk di salah satu bangku panjang yang di sediakan. Sookyung terlihat menolak karena kegiatan belanjanya terganggu.

Love Me RightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang