Part 6

56K 2.9K 44
                                        

Author POV

"Kita mau kemana?" tanya Chelsea.

"Ke tempat yang paling indah dan paling berkesan buat gue." ucap Boy sambil melajukan mobilnya.

"Kemana? Ke taman? Udah basi mah. Ke rumah pohon? Udah basi juga. Ke hutan, trus nanti di dalamnya ada tempat wow? Udah banyak di wattpad." cerocos Chelsea.

"Shhh," ucap Boy sambil menempelkan tangannya di mulut Chelsea.

"Mending lo diam aja, pasti nanti lo bakal terkesima." lanjut Boy.

Tak beberapa lama, mereka sampai di sebuah gedung milik keluarga Boy. Gedung ini memiliki 63 lantai dan jendela transparan. Mereka masuk ke dalam gedung dan menuju ke lift, kemudian Boy menekan tombol yang bertuliskan angka 58. Setelah sampai di lantai 58, mereka masuk ke sebuah ruangan yang cukup besar. Mungkin adalah private room keluarga Boy.

"Wow! Keren banget pemandangannya!" ucap Chelsea kagum karena dapat melihat semua pemandangan di kota Pekanbaru.

"Ini tempat yang berkesan di hidup gue. Alm. nyokap gue kasih tau tempat ini pas gue ulang tahun." ucap Boy sambil tersenyum.

"Ups, maaf. Lo bisa cerita ke gue kalau lo mau. Gue termasuk pendengar curhat yang baik." canda Chelsea.

"Gak ada yang bisa diceritain kali. Tempat ini, tempat istimewa buat gue." ucap Boy.

"Lihat tuh, ada bintang jatuh! Ucapin permintaan yok!" ucap Chelsea sambil menunjuk bintang tersebut.

'Gue berharap, gue bisa menemukan pasangan yang pas buat gue.' ucap Boy dalam hati.

'Gue berharap, Boy gak mainin perasaan gue dan dia betulan serius sama gue.' batin Chelsea yang dia sendiri pun tidak tau kenapa dia mengucapkan hal itu.

"Lo minta apa tadi?" tanya Boy polos.

"Ada deh, kepo lo!" jawab Chelsea.

"Tempat ini mengingatkan gue akan Alm. nyokap gue. Dia pernah bilang, kalau gue harus bawa orang yang istimewa kesini dan lo adalah orang yang istimewa." ucap Boy dengan senyum.

Tetapi, saat Boy mengucapkan hal itu, sebuah pesawat terbang melintasi mereka dan ucapan Boy pun terdengar tidak terlalu jelas.

"Lo ngomong apa tadi? Gue gak denger." ucap Chelsea.

"Gak ada. Yok, balik. Nanti gue dibacok sama abang lo lagi." ucap Boy.

"Yaudah deh, ayok. Oh ya, thanks ya udah ngajakin gue kesini." ucap Chelsea.

"Sama-sama, sayang." ucap Boy sambil mengacak rambut Chelsea.

"Sayang-sayang pala lo peang!" ucap Chelsea dengan pipi merah.

"Alah, lo aja blushing pas gue bilang sayang. Kek badut lo kalau lagi blushing." canda Boy.

"Tunggu! Sebelum kita pulang, gue mau nanya sama lo, kenapa lo kasih gue minum kemarin?" tanya Chelsea.

"Ya elah, gue mah dikasih tau si Nash kalau lo mau nyium orang yang kasih lo minum.  Yaudah gue kasih aja lo minum, eh, ternyata gue kagak dicium." ceplos Boy.

"Modus, ye! Lo ada rabies kagak?" tanya Chelsea.

"Kagak lah, lo kira gue anjing apa," ucap Boy sensi.

Cup.

Chelsea mencium pipi Boy 1 detik dan Boy tersentak kaget.

"Gue udah tepatin omongan gue." ucap Chelsea yang langsung berjalan keluar ruangan.

From A Little DrinkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang