Boy POV
Akhirnya gue Ujian Nasional, guys! Gue bakalan kangen banget sama masa-masa SMA gue. Kalian harus tau gimana serunya masa SMA.
Hari ini hari Jumat. Gue mau ketemu my princess! Gue tersenyum saat melihat telepon dari Chelsea.
"Kangen ya sama Boboy-nya?"
"Biasa aja, jam berapa kamu jemput?"
"Aku juga gak kangen sama kamu. Gak mau jemput."
"Oh, yaudah."
Tut. Chelsea matiin telefonnya. Dia ngambek? Lagi PMS ya? Aduhhh. Gue mengetik pesan untuk Chelsea.
To : My Princess
Cess, sorryy Cess. Jangan ngambek dongg, aku jemput 30 menit lagi dehh. Kamu jangan ngambekk. Nanti aku sedihh.
Gue meletakkan hp lalu beranjak ke kamar mandi. Setelah siap, gue memakai kemeja warna hitam *mulmed*, celana jeans dan vans authentic warna hitam. Gue merasa ketceh, bro!
Ting tong.
Gue dengan cepat menggapai hp gue, dan ternyata,
From : Nash Gibson
[LINE Let's Get Rich] Puppetter Constantine Release! Find it now and Get Lots of REWARDS! Go and Play with Nash Gibson.
Tai banget. Chelsea gak balas LINE gue. Kenapa sih cewek ngambek ribet amat?
Tok tok tok
Siapa lagi coba? Setan kali ya? Au ah gelap. Gue berjalan membuka pintu.
"Siap--" Kata-kata gue berhenti. Kalian harus tau siapa yang di depan gue ini. Mau tai? Eh, typo, mau tau? Dia my princess!
"My princesss!!" ucap gue senang langsung memeluk Chelsea. Oke guys, gue alay.
"Aduh, sesak nafas nihh," ucap Chelsea lalu gue langsung melepaskan pelukan.
"Ceweknya gak disuruh masuk?" tanya Chelsea.
Gue langsung menggendong dia ala bridal style saking gemesnya nih.
"Ihh turunin, Boyy!" rengeknya.
Reflek gue langsung turunin dia. Gak peka emang.
"Pantat kuu!!! Sakittt!! Kamu tuh! Turunin seenak jidat! Masih mau dipakai ni pantat!" omel Chelsea panjang lebar.
Cowok emang selalu salah ya, guys.
"Dipakai buat apa?" tanya gue polos. Gak polos. Pura-pura polos. Hahah.
"DASAR OTAK MESUM!" ucap Chelsea menoyor kepala gue.
"Ih, apaan coba, kamu yang mesum! Pantat kan buat eek!" bela gue.
"Au ah! Boy nyebelin!!" rengeknya yang membuat dia tampak imut. Gue langsung mencubit pipi Chelsea gemas.
"Lepasin! Sakit!" ucap Chelsea berusaha melepaskan cubitan gue.
"Abis, kamu ucul sih!" ucap gue melepaskan cubitan di pipi Chelsea.
"Aku mau ngomong sama kamu." ucap Chelsea tiba-tiba serius.
"Idih, kamu serius amat, yank," goda gue.
"Aku betulan serius, Boy." ucapnya memegang tangan gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
From A Little Drink
Teen FictionChelsea tak bisa hidup dengan tenang sejak Boy pertama kali menjaili Chelsea, dan Chelsea selalu menganggap Boy adalah musuh bubuyutannya. Namun, siapa sangka bahwa mereka akan bersatu oleh karena sebuah 'Minuman'? ------/30-03-16\------
