Part 5

65.9K 3.7K 10
                                        

Author POV

Tringg...

Bel pulang sekolah Hermes berbunyi dan membuat semua murid berhamburan keluar. Kawan-kawan Chelsea sudah tau kalau Chelsea akan pulang bareng Boy. Jadi, mereka langsung pergi ke tempat parkiran.

Flashback on

Chelsea kembali ke kantin dan duduk di tempat ia duduk tadi. Teman-teman Chelsea langsung melihatnya dengan tatapan orang bingung.

"Ngapain lo sama dia, Chels?" tanya Ashley.

"Dia ngajak gue jalan dan nanti gue pulang bareng dia karena gue ngadu ke pak Irawan kalau dia tidur." jawab Chelsea cuek.

"Cieeee, Chelsea. Nanti kami ke rumah lo, ya!" ucap Katty.

"Lah, ngapain kalian ke rumah gue?" tanya Chelsea.

"Kita mau bantu lo cari baju, make up, dan pokoknya lo harus tampil perfect, deh!" ucap Pricilla.

"Iya, kita bakal buat lo tampil perfect malam ini!" ucap Camilla dengan senyum yang terukir dibibirnya.

"Males banget dah gue. Mending gue pake crop tee, jeans, sama converse." ucap Chelsea malas.

"Gak, lo gak boleh pake baju kayak gitu. Lo harus pake dress!" ucap Katty kukuh.

"Serah kalian deh," ucap Chelsea cuek dan langsung melanjutkan makannya.

Flashback off

Seperti dugaan Boy, Chelsea menunggu Boy di pagar sekolah. Chelsea yang sibuk dengan hp-nya itu membuat ia tidak sadar bahwa Boy sudah berada di hadapannya.

"Woy, cepat naik!" ucap Boy.

Chelsea pun melihat Boy dengan tatapan malas, lalu menaiki motor ninja milik Boy. Seperti biasa, Boy melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan Chelsea dengan 'terpaksa' memeluk Boy.

"Dua kali lo buat gue spot jantung! Gue gak mau dibonceng lo lagi!" protes Chelsea.

"Iya deh, maaf, sayangku. Aku janji deh, gak ngebut-ngebut lagi kalau bonceng kamu." ucap Boy.

"Rese lo!" ucap Chelsea dengan malu-malu.

"Baperan, lo. Baru dibilang gitu aja langsung blushing." ceplos Boy.

"GAK LUCU! BHAY!" ucap Chelsea dengan tampang cemberut dan langsung masuk ke rumah tanpa berterimakasih kepada Boy.

Boy terkekeh geli melihat ekspresi Chelsea dan langsung menancap gas meninggalkan rumah Chelsea.

Boy POV

Gue berhenti di rumah yang besar, bercat putih, dan terlihat seperti tak berpenghuni. Pantas saja sepi, sebab yang menghuni rumah itu hanya gue dan beberapa pembantu. Sementara bokap gue, dia hanya sibuk dengan pekerjaannya yang tiada habisnya.

Gue membaringkan badan ke kasur di kamar gue. Saking capeknya, gue tertidur.

"Boy, ini mama. Kamu apa kabar? Mama lihat, kamu suka mainin cewek, ya?" ucap seorang wanita berpakaian serba putih.

"Mama! Ma, Boy kangen, ma. Semenjak mama pergi, Boy merasa kehilangan, ma." ucap Boy dengan muka sedih.

"Kamu jangan suka mainin cewek, Boy. Mama gak suka kamu seperti itu. Mama juga gak suka kamu bersikap lain kepada papa kamu. Dia bekerja untuk kamu, Boy." ucap perempuan itu.

From A Little DrinkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang