Author POV
Chelsea balik ke rumah dengan lemas. Sementara itu, Jack yang sedang bermain gitar bingung melihat Chelsea yang berjalan ke dalam rumah.
"Chels, lo kenapa?" tanya Jack.
"Gue gapapa." jawab Chelsea tak acuh.
"Lo bisa cerita ke gue, Chels." ucap Jack berjalan ke arah Chelsea yang tengah duduk di halaman rumah Chelsea.
"Cerita aja, Chels. Gue kan juga sahabat lo," bujuk Jack dan langsung duduk di samping Chelsea.
"Boy, Jack. Boy bilang dia gak bisa LDR. Pas kami ngomong, hp Boy bunyi. Dia langsung cek dan isinya foto kita lagi ciuman." jawab Chelsea sendu.
"Gila, kita gak pernah ciuman, Chels." ucap Jack heboh.
"Gue juga udah bilang ke Boy." ucap Chelsea menatap Jack dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Ih, udah deh, lo jangan nangis-nangis mulu. Gak enak tau tengok cewek nangis," ucap Jack memeluk Chelsea lalu mengusap-ngusap pundak Chelsea.
Jack merasa bahwa dirinya sangat munafik. Apakah salah dia menyukai pacar sahabatnya sendiri? Jack bertekad, jika Boy melepaskan Chelsea, dia akan menjadi orang pertama yang berada di samping Chelsea.
"Gue sayang sama Boy." ucap Chelsea menangis.
"Udah-udah, gak usah nangis deh. Lo udah jelek tambah jelek lagi," canda Jack.
"Gak ucul!" ucap Chelsea meninju Jack pelan dan menghapus air matanya.
"Nah, gini kan ntique! Gue bakal bantu lo jelasin semuanya ke Boy. Lo udah packing belom? Besok kan kita mau berangkat." tanya Jack.
Chelsea mengangguk pelan, "Secepat itu kah? Semoga Boy bahagia sama Amanda." ucap Chelsea.
"Iya, dipercepat karena kita mau ngurus administrasinya. Aduh, mada banget deh lo. Nih ya gue bilangin sama lo, Boy gak bakal tunangan sama Amanda, Chelsea incesnya Boy." ucap Jack gemes mencubit pipi Chelsea.
"Iya, ampun! Jangan cubit-cubit juga!" rengek Chelsea yang berusaha melepaskan cubitan Jack.
"Masuk sana, nanti incesnya Boy kedinginan." ucap Jack.
"Gak mau, suntuk. Gue mau di luar aja, mau hitung bintang." ucap Chelsea.
"Yaudah, lo mau pake jaket gue gak?" tawar Jack yang kebetulan memakai jaket saat itu.
"Gak mau ih, jaket lo bau." ceplos Chelsea.
"Idih, gue udah pake parfum eskulin body splash cologne princess, ya! Gambarnya yang Cinderella!" ucap Jack.
"Idih, bacot lo. Itu parfum adik sepupu gue, anjir. Gue gak nyangka cowok kayak lo pake kayak gituan." ucap Chelsea jijik.
"Idih, canda kali, Chels. Yakali cowok kayak gue yang keren gini pake begituan." ucap Jack yang menjadi geli sendiri.
"Yakali." ucap Chelsea.
"Nih," ucap Jack memberi jaketnya kepada Chelsea. *gak peka banget, pakein kek —author🙈*
"Makasih." ucap Chelsea tersenyum.
"Jangan kasih tau Boy kalau besok kita udah pergi." ucap Chelsea tiba-tiba.
"Kenapa?" tanya Jack bingung.
"Gue gak mau aja dia tau." ucap Chelsea tak masuk akal.
Setelah kejadian itu, Jack langsung menceritakan semuanya kepada Alex, berharap Alex dapat menjelaskan semua yang terjadi kepada Boy.
KAMU SEDANG MEMBACA
From A Little Drink
Teen FictionChelsea tak bisa hidup dengan tenang sejak Boy pertama kali menjaili Chelsea, dan Chelsea selalu menganggap Boy adalah musuh bubuyutannya. Namun, siapa sangka bahwa mereka akan bersatu oleh karena sebuah 'Minuman'? ------/30-03-16\------
