Chelsea POV
Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, hubungan gue dan Boy membaik. Boy juga bilang dia mau kenalin gue sama calon mertua gue. Eh, ralat, maksudnya papa Boy.
"Hari ini ada murid baru loh, di kelas kita!" teriak salah satu murid yang baru masuk ke kelas.
Anak baru? Semoga gak kayak biji cabe deh, gayanya.
"Kira-kira siapa ya, murid baru di kelas kita?" tanya Pricilla.
"Au dah." jawab gue cuek.
Mereka tampak bersemangat mendengar murid baru. Gue? Gak sama sekali. Bukannya apa ya, nanti kalau dia pintar gimana? Ranking gue turun gimana? Mampus deh gue diomelin sama mama.
Tiba-tiba suasana kelas menjadi diam. Lah, kenapa? Gue menolah ke depan, ternyata si ikan dori udah datang. Eh, maksudnya bu Dori.
"Anak-anak! Hari ini ada murid baru di kelas kita!" teriaknya seperti bahagia.
"Wooo!" teriak cowok-cowok kelas gue yang emang udah gila dan gak ada waras-warasnya sama sekali.
"Masuk, nak." bu Dori memanggil anak baru itu.
Ganteng gak, ya? Cantik gak, ya?
Pintar gak, ya? Semoga bodoh, deh.
Dan, JRENG!
Masuk seorang laki-laki yang bisa dikategorikan tinggi. Rambutnya sama kayak rambut Boy, cuma Boy lebih hacep. Hidungnya mancung, bolehlah. Putih. Matanya coklat. Kayaknya sih, dia blasteran, blasteran Arab gitu. Ganteng sih, TAPI LEBIH GANTENG BOY.
"Hai, semua! Kenalin, nama gue Lucas doang." ucap lelaki itu.
"Hai, Lucas!" sapa cewek-cewek ganjen di kelas gue. Oh ya; termasuk gue and the geng.
"Namanya Lucas 'doang' ya!?" teriak satu cowok gila.
Ya elah, odong banget sih, jadi manusia. Gitu aja gak bisa pikir.
"Nama gue 'lucas'" jawabnya dengan penekanan di bagian namanya.
"Oke baiklah, perkenalannya sudah cukup. Semoga kamu dapat belajar dengan tenang dan kamu duduk dii..." bu Dori mengarahkan telunjuknya ke seluruh arah dan berhenti di arah gue.
Wait, what!? Tempat gue!? Hell!
"Samping Chelsea." lanjutnya lagi.
"Samping si boto ijo aja, bu!" tolak gue.
Boto ijo itu nama ejekan untuk Daniel. Soalnya dulu bontot makanannya selalu warna ijo, jadi dia diejek boto ijo.
"Gak ada alasan, Chelsea." jawab si ikan dori.
Gue menatap teman-teman gue, mereka menatap gue dengan tatapan iba.
Si Lucas-Lucas itu langsung duduk di samping gue dan cewek-cewek langsung menghampiri tempat duduknya untuk minta nomor hp lah, ID LINE lah, ini lah, itu lah.
"Ribut banget sih, lo pada! Pergi sana!" ucap gue kesel.
Semua cewek-cewek gila itu pun langsung duduk di tempatnya dan sekarang si Lucas menoleh ke arah gue.
"Apa lo lihat-lihat?" ucap gue ketus.
"Galak banget lo. Gue lucas, lo?"
Cih, ngajak kenalan.
"Lo udah tau tadi." ucap gue sedingin mungkin.
Dia terdiam. Kami pun melanjutkan pelajaran.
Tringgg..
KAMU SEDANG MEMBACA
From A Little Drink
Teen FictionChelsea tak bisa hidup dengan tenang sejak Boy pertama kali menjaili Chelsea, dan Chelsea selalu menganggap Boy adalah musuh bubuyutannya. Namun, siapa sangka bahwa mereka akan bersatu oleh karena sebuah 'Minuman'? ------/30-03-16\------
