Chapter 7 : Cousin from Tennessee

1.4K 196 20
                                        

Author's POV

"Aku pulang," ucapnya setelah berada di dalam rumah.

Gwen menutup pintunya pelan lalu melepas alas kakinya. Dari tempat ia berdiri sekarang, ia dapat mendengar jika Ibunya sedang bicara dengan seorang laki-laki. Tapi dari suara orang itu, Gwen dapat menyimpulkan itu bukanlah suara dari Ayahnya.

Gwen berjalan menuju dapur. Setelah ia sudah dekat dengan pintu dapur, ia dapat melihat jika Ibunya sedang bicara dengan seorang laki-laki berambut pirang yang duduk membelakanginya. Siapa laki-laki itu?

"Oh Gwen, kau sudah pulang?" tanya Ibunya setelah menyadari ada Gwen yang berdiri di ambang pintu.

Laki-laki berambut pirang itu pun berbalik badan menatap Gwen.

"Hai Gwen. Lama tidak bertemu," sapanya.

Gwen terkejut setelah mengetahui jika laki-laki itu adalah Thomas Sangster, sepupunya dari Tennessee.

Gwen terkejut setelah mengetahui jika laki-laki itu adalah Thomas Sangster, sepupunya dari Tennessee

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Thomas!" ucap Gwen senang.

Thomas tersenyum lalu berdiri dan membuka tangannya. Gwen pun menghampirinya lalu memeluknya.

"Kau semakin tinggi sekarang," ucap Gwen selepas ia memeluk sepupunya itu. Thomas hanya tertawa hingga matanya menjadi sipit hampir tak terlihat.

"Emh Gwen, kau temani Thomas sebentar ya. Ibu ingin pergi belanja untuk makan malam."

"Okei," balas Gwen.

Gwen dan Thomas pun mengambil tempat duduk berhadapan.

"Jadi, bagaimana kuliahmu? Pasti menyenangkan dihari pertama kuliah," tanya Gwen.

"Tidak juga." Thomas tersenyum.

Mereka diam sebentar. Namun tiba-tiba, Gwen melihat sesuatu ada di balik jendela bertirai putih yang ada di dekat westafel. Dan di balik tirai putih itu, Gwen melihat ada seorang perempuan berdiri di sana. Perempuan yang sama seperti saat ia melihatnya di pintu dapur saat itu.

"Gwen!" Thomas mengguncang pelan bahunya. "Kau tidak apa-apa?" tanyanya lagi.

Gwen mengerjapkan mata beberapa kali. "Aku baik-baik saja," jawabnya. Gwen melirik lagi ke jendela itu, namun perempuan itu sudah tidak ada.

Thomas menolehkan kepalanya ke belakang—ke arah jendela yang dilihat oleh Gwen—karena penasaran apa yang Gwen lihat tadi.

"Kau masih memiliki kemampuan itu?" tanyanya.

Gwen mengangguk. "Bahkan lebih buruk Tom. Aku sekarang bisa melakukan astral projection, membaca pikiran orang lain, dan kemampuan-kemampuan lainnya."

Thomas diam.

"Bagaimana denganmu? Bukankah kau sama denganku?" lanjut Gwen.

"Sekarang aku sudah tidak bisa melihat makhluk astral. Tapi, aku bisa bertelekinesis. Dan orang tuaku tidak mengetahuinya."

INDIGOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang