Greyson's POV
Kutatap wajah Gwen. Terlihat begitu damai saat rambut cokelatnya yang panjang tertiup hembusan angin.
Pandangannya tidak beranjak dari ayunan yang ada di pohon taman belakang.
Tiba-tiba air wajahnya berubah ketakutan. Matanya membulat, masih menatap ayunan di depannya. Apa dia melihat sesuatu lagi?
"Gwen?" panggilku, membuat Tom menoleh.
"Ada apa Grey?" tanya Tom padaku.
"Gwen, dia terlihat ketakutan. Apa dia melihat sesuatu lagi?" tanyaku heran.
Satu detik kemudian, Gwen menjerit sambil menutup kedua telinganya, matanya terpejam dalam.
Aku lekas menghampiri Gwen, kuraih kedua pergelangan tangannya. "Gwen lihat aku, sadarlah," ucapku.
Ia tetap berteriak histeris.
Bibi Daisy dan Paman David datang. Wajah mereka panik saat melihat Gwen histeris.
Tidak berseling lama, Gwen jatuh pingsan. Tom dengan segera menggendong Gwen lalu masuk ke dalam rumah disusul Bibi Daisy dan Paman David, meninggalkanku sendiri di taman belakang.
Setelah mereka sudah masuk ke dalam rumah, kualihkan pandanganku menatap ayunan yang sedari tadi ditatap Gwen.
Kulihat ayunan kayu itu berhenti berayun. Aku pun menghampiri ayunan itu. Sesampainya, kupegang salah satu tali ayunannya.
Dan aku, kembali melihat masa lalu.
Kulihat seorang anak perempuan yang cantik, seperti pernah melihatnya sebelumnya. Setelah aku ingat-ingat, ternyata dia adalah anak perempuan yang pernah kulihat di ruang musik rumah Gwen.
Dia sedang berayun, sedangkan aku berdiri tepat beberapa langkah di sampingnya. Aku pun memutuskan untuk menghampirinya.
"Hai," sapaku sambil berjongkok untuk menyamai tinggiku dengannya.
Tanpa menatapku, ia langsung berlari memasuki pekarangan rumah tetangga lewat pintu pagar belakang. Aku pun menyusulnya.
Kulihat ia berdiri tak jauh dariku. Aku mencoba seramah mungkin padanya, tersenyum padanya. Namun kulihat ia semakin erat memeluk bonekanya.
Aku berjalan menghampirinya, namun belum juga aku sampai, tiba-tiba seorang wanita mendatanginya dengan langkah terburu-buru. Mungkin itu Ibunya.
Saat jarak mereka sudah dekat, Ibu itu langsung menjambak rambut anak perempuan itu dengan kasar.
Anak perempuan itu langsung menangis keras. Ibunya menyeret anaknya memasuki mobil yang ada di pinggir jalanan komplek.
Tanpa berkata apapun dan tanpa memperdulikan jeritan anaknya yang kesakitan, wanita itu terus saja menarik rambut sambil menyeret anaknya memasuki mobilnya.
Dan langsung menjalankan mobilnya tepat setelah anak itu memasuki mobil.
"Greyson."
Aku membuka mataku, membawaku kembali pada duniaku sekarang. Tangan kiriku yang masih memegang erat tali ayunannya, napasku memburu tak beraturan.
"Apa yang kau lihat?" tanya seorang laki-laki di sampingku, dia Tom.
"Seorang anak perempuan, yang pernah kulihat di ruang musik rumah Gwen. Dia disiksa Ibunya," jawabku.
Tadi adalah pemandangan yang memilukan. Seorang anak kecil, perempuan, dijambak oleh Ibunya sampai menjerit kesakitan, lalu diseret ke dalam mobil.
"Apa mungkin kau melihat sosok masa lalu dari anak perempuan yang baru saja dilihat Gwen?" tanya Tom.
KAMU SEDANG MEMBACA
INDIGO
FanfictieBerkisah tentang seorang gadis Indigo bernama Gwen Morris. Selama hidupnya, ia selalu diteror oleh sosok bayangan hitam misterius yang selalu muncul di sudut kamarnya. Karena hal itulah, ia dan kedua orang tuanya harus berpindah-pindah kota agar men...
