Berkisah tentang seorang gadis Indigo bernama Gwen Morris. Selama hidupnya, ia selalu diteror oleh sosok bayangan hitam misterius yang selalu muncul di sudut kamarnya. Karena hal itulah, ia dan kedua orang tuanya harus berpindah-pindah kota agar men...
Setelah menutup jendela serta menutup gordennya, suara benda jatuh terdengar di belakangnya.
Gwen spontan menoleh tepat setelah ia mendengar suara itu.
Dan tepat saat ia berbalik.
"Aargghh!!"
"Hei hei! Jangan meneriakiku Gwen!" celutuk orang itu.
"Tom? Apa yang kau lakukan di kamarku? Kenapa tidak mengetuk pintu? Dan sejak kapan kau berdiri tepat di belakangku? Kau menakutiku saja."
"Tadi awalnya, aku memang ingin menakutimu," ucap Tom lalu berjalan menjauhi Gwen.
Tom berhenti untuk memungut jam tangan Gwen yang terjatuh dari meja rias.
Tom duduk di sisi ranjang Gwen. "Ini jam tanganmu?" tanya Tom.
Gwen berjalan menghampiri Tom. "Iya itu milikku."
"Kenapa aku tak pernah melihatnya?"
"Baru saja kupakai. Sebenarnya itu hadiah ulang tahunku yang ke 15, tapi ukurannya terlalu besar saat itu."
Thomas hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ah Tom, aku teringat ucapan Greyson."
Thomas menoleh pada Gwen. "Greyson? Oh laki-laki yang tadi? Teringat apa?"
"Eng ... bagaimana ya memulainya."
"Ceritakan saja."
"Oke jadi singkatnya, akhir-akhir ini Greyson punya kemampuan melihat sejarah dari suatu benda yang ia sentuh. Dan tidak sengaja, ia memegang jam tanganku ini. Ia bilang, ada orang yang pernah memilikinya sebelum aku."
Thomas menaikkan kedua alisnya. "Benarkah?"
"Iya. Awalnya ia kira, itu milik kakakku. Tapi ... aku kan anak tunggal."
Thomas terlihat berpikir. Ia menggigit bibir bawahnya dan dahinya mengerut.
"Aku tahu itu kedengarannya tidak penting untuk dipikirkan. Tapi, aku terus-terusan memikirkannya."
Thomas menggaruk kepalanya. "Kenapa aku jadi ikut-ikutan memikirkannya?" celutuk Thomas.
Gwen hanya menghendikkan bahunya sekali.
Thomas beranjak dari duduknya. "Ini jam tanganmu. Aku mau mandi saja," ucapnya sambil berlalu ke luar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gwen's POV
Jam makan malam telah tiba. Aku, Tom serta kedua orangtuaku sudah berkumpul di meja makan.
Namun selama aku menyantap hidangan makan malam ini, pikiranku masih saja memikirkan jam tangan itu.