Berkisah tentang seorang gadis Indigo bernama Gwen Morris. Selama hidupnya, ia selalu diteror oleh sosok bayangan hitam misterius yang selalu muncul di sudut kamarnya. Karena hal itulah, ia dan kedua orang tuanya harus berpindah-pindah kota agar men...
Setelah suara dering bel menggema, Gwen segera berbenah dan langsung menyambar ranselnya. Dengan langkah cepat ia pergi meninggalkan kelas.
Gwen tidak berniat untuk meminta Thomas menjemputnya karena menurutnya itu akan membuang waktunya. Ia pun segera mencegat taksi setelah ia melihat taksi yang berjalan menuju arahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah membayar ongkos taksi, ia segera turun lalu memasuki rumahnya.
Membanting pintunya setelah ia sampai di dalam. Masih dengan langkah cepat, ia berjalan menghampiri Ibunya yang ia tahu pasti ada di dapur.
"Gwen?" panggil Ibunya saat mendapati anak gadis semata wayangnya sedang berdiri di ambang pintu dapur.
Gwen tidak menyahut. Ia berjalan menghampiri Ibunya dan Thomas yang sedang duduk di kursi meja makan.
"Gwen? Kau pulang naik apa?" tanya Thomas dengan cemas.
"Aku pulang dengan siapa itu bukan hal yang penting," jawabnya dengan kesal. Gwen beralih menatap Ibunya yang masih duduk di tempat. "Bu, apa kau dan Ayah punya rahasia denganku? Rahasia besar yang mungkin tak pernah kalian beritahu seolah-olah itu semua tidak pernah terjadi."
"Apa maksudmu?"
Gwen tersenyum sarkastis lalu menarik kursi dan duduk di hadapan Ibunya. "Sekarang aku mulai paham dengan semua yang telah ku alami selama ini. Aku, anak Indigo yang selalu dikucilkan di sekolah, walaupun kini semuanya telah berubah semenjak aku menolong seseorang yang hilang di sekolah. Dan kau tahu apa masalahnya?" tanya Gwen tajam.
Ibunya dan Thomas hanya diam.
"Masalahnya adalah, darimana aku dapat kemampuan aneh gila seperti ini? Bukankah Ibu dan Ayah bukan seorang Indigo?" tanyanya mengintrogasi.
Gwen menoleh sebentar pada Thomas lalu kembali menatap Ibunya. "Lain halnya dengan Tom! Aku tahu jika Nenek Amy dari keluarga Sangster adalah seorang Indigo, dan itu wajar jika Tom juga adalah seorang Indigo."
"Bu, selama di sekolah tadi aku mengalami suatu kejadian aneh yang lain. Oke aku tahu kau takkan mempercayai ceritaku yang selalu kau kira jika aku salah lihat atau apalah itu. Tapi aku bersumpah jika aku benar-benar mengalaminya."
"Memang kau mengalami apa?" tanya Tom.
"Saat pelajaran berlangsung di kelas Fisika, aku seolah-olah tidak berada di dalam kelas Fisika saat itu. Apa yang ku lihat tiba-tiba berubah, dan apa yang ku dengar tiba-tiba tak terdengar. Aku melihat jika aku dikelilingi segerombolan anak SD di dalam kelas. Mereka berlarian ke sana-sini dan aku tak tahu siapa mereka. Tapi sepertinya, mereka mengenal siapa aku."