{08.30}
"Ric, lu kemana sih? kenapa dari tadi lu belum juga keliatan" Rendy menatap bangku milik Rica yang kosong.
Rica tidak ada di dalam kelas saat ini, sudah 1 jam pelajaran dia tidak ada di kelas.
Rendy sendiri bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Rica, padahal Rica sudah mengatakan kepada Rendy jika ia akan masuk sekolah.
Dan karena Rica yang tidak ada di dalam kelas, Rendy jadi tidak fokus dalam pelajaran yang sedang berlangsung.
Rendy terus memperhatikan bangku kosong yang ada di sebelahnya, sambil berharap Rica akan datang jika ia terus memperhatikan bangku Rica.
Masalahnya, ia sudah melakukan hal itu sajak tadi, tapi Rica juga tak kunjung datang.
Rendy sendiri tidak kunjung menyerah untuk berharap, bahwa Rica pasti akan datang.
Rendy juga sudah tahu dengan kebiasaan Rica yang terlambat, tapi entah kenapa keterlambatan Rica saat ini, membuat dirinya resah.
Dari tadi Rendy merasa khawatir dengan Rica, Rendy merasakan sesuatu yang ganjal dalam benaknya.
Maka dari itu Rendy terus berharap agar Rica segera datang dan ia bisa menghilangkan rasa khawatirnya itu.
"Rendy" panggil Pak Salim selaku guru agama.
"Iya Pak" Rendy langsung menoleh ke arah Pak Salim.
"Kamu kenapa ngelamun mulu? jangan kebanyakan ngelamun nanti kesambet" ujar Pak Salim.
"Iya Pak, tadi saya ngelamun gara-gara bangku sebelah saya tiba-tiba aja gerak sendiri"
"Loh kok bisa?" tanya Pak Salim dengan penasaran.
"Nggak tau Pak, udah nggak usah di bahas juga, lebih baik Pak Salim lanjutkan mengajarnya" ujar Rendy dengan senyuman tipis.
Pak Salim hanya bisa diam dan mengikuti perkataan Rendy, sepertinya guru agama yang satu ini bisa takut sama hal yang bersifat mistis.
"Permisi" tiba-tiba saja terdengar suara seorang laki-laki dari luar pintu kelas.
Lalu laki-laki itu masuk kedalam kelas XI.1 dan semua murid menatap laki-laki itu, terkecuali Rendy.
Rendy masih sibuk menatap bangku Rica yang kosong.
"Cina"
"Kayak orang korea"
"Ganteng ih"
"Cina ya"
"Itu murid baru?"
"Orang Cina nya lucu banget sih"
Para murid saling berbisik membicarakan laki-laki itu yang tidak lain adalah Sammy.
Pak Salim yang sadar dengan kehadiran Sammy, segera menghampirinya.
"Ada apa ya? anda ada perlu dengan siapa?" tanya Pak Salim.
Sammy tersenyum kepada Pak Salim, lalu ia meemberikan sepucuk surat kepada Pak Salim.
"Anjir dia gay"
"Idie"
"Dia suka ama Pak Salim"
"Cogan kenapa harus suka ama Pak Salim sihh"
"Oke, sekarang mah cogan bebas mau ngapaim aja"
Bisik beberapa murid. Tapi tiba-tiba saja terdengar suara salah satu murid yang tidak lain adalah Kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Its Me
Teen Fiction[ON EDITING] Seorang gadis SMA bernama "Rica Sandoro" Memiliki wajah yang imut, dan senyum yang begitu manis, namun jangan gampang percaya dengan wajah imutnya itu, kelakuannya tidak seimut wajahnya, ia adalah seorang anak yang aneh dan sifat yang...
