Janji yang dilanggar

4.1K 298 26
                                        

"Pa, maaf ya ngerepotin" ucap Rica dengan wajah pucat.

"Nggak apa-apa kok sayang, kamu lagi banyak pikiran ya? kondisi badan kamu jadi menurun" Erick hanya bisa tersenyum menatap anaknya.

"Kayaknya sih gitu deh, kepala Rica akhir-akhir ini sakit hehe" balas Rica.

"Kalo sakit ya minum obat lah"

"Papa tau kan kalo Rica males minum obat lagi, mending Papa suntik Rica aja dah"

"-_- Rica itu cuma obat sakit kepala doang, lagi pula kamu sekarang udah nggak butuh obat lagi kaya dulu" balas Erick.

"Pa,tapi  ini nggak ada hubungannya kan sama itu?" tanya Rica dengan wajah sedikit khawatir.

"Nggak ada kok sayang, kamu udah bener-bener sembuh, belum lama ini kan Papa udah ngomong dan Papa juga suruh kamu untuk jaga kesehatan bukan?" Perkataan Erick membuat Rica senang.

"Om" panggil Sammy yang baru saja memasuki kamar Rica. "Rica udah sadar?" lanjutnya.

"Udah dongggg" Rica tiba-tiba saja menjawab pertanyaan Sammy dengan senyuman lebar.

"Eh udah bangun" Sammy dengan senangnya menghampiri Rica dan Erick.

"Rica, Papa pergi dulu ya" pamit Erick secara mendadak.

"Mau kemana Pa?" tanya Rica.

"Iya, mau kemana om?" tanya Sammy juga.

"Papa mau pulang dulu, ada dokumen Papa yang ketinggalan dirumah"

"Pa, titip salam sama Mama yaaa kak Rico juga oke, bilangin ke mereka kalo Rica kangen hehe" sepertinya Rica sudah mulai membaik dari kondisi sebelumnya karena sikapnya sudah mulai kembali setelah Sammy datang.

"Iya sayang, nanti Papa juga akan suruh mereka ke sini" balas Erick sambil mencubit pipi Rica.

"Nggak usah Pa, kasian Mama pasti dia juga lagi sibuk di rumah terus kalo kak Rico pasti nggak akan mau kesini"

Erick menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Rica, Erick tidak bisa berkomentar apapun tentang apa yang di katakan anak nya barusan.

Rica melambaikan tangannya sambil tersenyum manis. "Dadah...hehe"

Erick pun langsung meninggalkan Rica bersama Sammy.

"Ric sorry ya gue telat" ucap Sammy secara tiba-tiba sambil meminta maaf.

"Nggak apa-apa kok, santai aja oke" balas Rica sambil menepuk pundak sammy.

"Tapi Ric, gue__"

"Santai aja woy, gue baik-baik aja lagi pula yang tadi itu nggak bikin gue mati kok, lagi pula kata bokap gue, gue itu kecapean dan banyak pikirian doang kok"

Sammy terdiam seketika, wajahnya mengeskpresikan dirinya yang sedang merasa khawatir.

"Sun main warnet yuk" ajak Rica secara tiba-tiba.

"Lu gila ya!" mata Sammy membesar seketika saat mendengar ucapan Rica.

"Iya, makanya ayuk main warnet"

"Ric lu baru sadar dari pingsan dan sekarang lu mau pergi dari Rumah sakit cuma buat main warnet doang, astaga lu tuh harus liat kondisi! Lu mau kenapa-napa lagi" Sammy mencoba melarang Rica dengan ucapannya namun__.

"Gue bosen njir"

"Terus kalo lu bosen, lu harus banget keluar dari Rumah sakit cuma buat main warnet?!, muka lu masih pucet dan badan lu masih lemes, jangan bersikap kayak anak kecil Ric"

Its MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang