Hari demi hari berlalu, tingkah Rica semakin aneh, ia sekarang lebih suka mengurung dirinya di kamar sendirian sambil menunggu hari ia akan pergi ke Singapore bersama Sammy, seperti yang telah Erick rencanakan.
Dan Semakin hari berlalu kepercayaan Rico terhadap perkataan Sammy semakin memudar karena hasutan teman-temannya yang mengatakan bahwa itu hanyalah permainan agar Rica bisa kembali bersama dirinya seperti dulu.
Suasana di rumah kembali seperti awal, dimana permusuhan diantara kedua adik-kakak kembali lagi, bahkan semakin parah.
Di suatu malam semua teman-teman Rico yang tidak lain adalah Revan dkk, akan datang untuk bermain di rumah Rico. Dan dengan sengaja Rico mengunci kamar Rica agar dirinya tidak dapat keluar dari kamar.
Rico mengunci kamar Rica tanpa sepengetahuan Rica karena pada saat itu Rica tengah berada di kamar mandi.
Rico saat ini tengah menunggu teman-temannya di luar rumahnya, belum lama ia menunggu, teman-temannya akhirnya datang dengan menggunakan motor dan mobil.
"Ric" sapa Daniel yang baru saja turun dari mobilnya.
"Gece masuk mmm..bentar, lo ikut juga Cit ternyata, gue kira lo nggak akan ikut" Rico menyambut teman-temannya dengan senyuman.
"Bosen gue di rumah, makanya gue ikut" balas Citra.
"Si Rica udah lo urus kak?" tanya Revan.
"Udah, santai aja.. bokap nyokap gue juga pada belom balik jadi kita bebas dirumah gue" jawab Rico sambil mempersilahkan mereka semua masuk.
"Wes asik dong"
"Ampe malem nih"
Baru saja mereka memasuki Rumah, sebuah mobil yang tidak lain milik Sammy pun datang.
Langkah kaki mereka semua terhenti untuk melihat kedatangan tamu yang tak di undang.
Dengan santainya Sammy keluar dari mobilnya dan mulai berjalan masuk ke rumah Rica tanpa permisi.
"Ngapain lo?" Rico mencoba menghentikan Sammy.
"Mau ketemu Rica, minggir!"
"Woy lu kila ini lumah siapa, nggak tau sopan santun ya lo!" Dani tiba-tiba saja merasa kesal dengan tingkah Sammy.
"Rica nggak bisa di temuin saat ini" Rico mencoba untuk mengusir Sammy dengan perlahan dari rumahnya.
"Lu apain dia?, lu ngurung Rica dikamar?" Tebakan Sammy sangat tepat sehingga membuat Rico sedikit terkejut.
"Oh jadi Rica nelfon lu, buat ngeluarin dia dari kamar"
"Nggak...ohh jadi lu beneran ngurung dia di kamar!" Sammy terlihat kesal dengan sikap kasar Rico kepada Rica.
"Lo mending pergi deh!" celetuk Revan karena tidak tahan melihat kedatangan Sammy.
"Lo emang mau ngapain sih? mau main sama Rica, atau mau ngerecokin kita yang mau seneng-seneng" sambung Kevin dengan sikap sok tahunya itu.
"Kenapa lo mau tau apa yang bakal gue lakukan sama Rica?" Sammy merasa sangat malas dan juga kesal karena harus berhadapan dengan mereka semua.
Sammy akhirnya memaksa untuk masuk ke dalam rumah namun Rico menahannya dan mendorong Sammy dengan kasar.
"Pergi lo dari sini!" usir Rico dengan nada tinggi.
"Lo berubah cepet banget ya!, pasti ini semua karena hasutan temen-temen lo kan! yang ngebuat lo berhenti untuk percaya sama gue lagi!" ucap Sammy sambil menunjuk ke arah Revan dkk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Its Me
Jugendliteratur[ON EDITING] Seorang gadis SMA bernama "Rica Sandoro" Memiliki wajah yang imut, dan senyum yang begitu manis, namun jangan gampang percaya dengan wajah imutnya itu, kelakuannya tidak seimut wajahnya, ia adalah seorang anak yang aneh dan sifat yang...
