Sadness Lullaby

780 39 1
                                    


September, 15 ,2016

Awan gelap pertanda hujan telah menyelimuti langit kota London seakan mengiringi mereka yang berduka karena kehilangan seseorang yang sangat di cinta.

Peti itu berada di dekat podium. Di dalam gereja yang berada dekat komplek pemakaman di Doncaster.

Terbaringlah, gadis yang di cintai banyak orang karena ketulusan dan kebaikan nya

Karenina memejamkan mata nya san tersenyum tenang dan terlihat cantik.

Keluarga nya hanya bisa menahan tangis. Mungkin itulah yang banyak di lakukan mereka beberapa hari terakhir.

Ketika pendeta mulai berbicara dan para tamu di perbolehkan memberikan penghormatan terakhir.

Satu persatu mereka maju. Di mulai dari Miss Emma dan suaminya Dr. Matthew. Saksi hidup bagaimana Karenina berjuang keras untuk sembuh. Mereka menaruh dua tangkai mawar putih di dekat peti

Reina, Alex, Evan. Setidaknya Evan berada bersama Karenina di hari hari akhirnya. Sementara Reina dan Alex hanya bisa terkubur dalam penyesalan yang mendalam.

Disusul Zayn. Liam. Sophia. Perrie. Jade.

Harry dan Daphne melangkah selanjutnya.

Daphne menatap wajah cantik Karenina yang terlihat damai.

Apakah dirimu telah merelakan semua Karenina ?

Harry menaruh mawar putih nya ke dalam peti.

"now we know the reason why we look up to the sky"

Diikuti keluarga besar Louis. Mulai dari Mom Jo. Mr. Deakin dan semua adiknya. Juga Eleanor

Louis menatap Karenina untuk terakhir kali nya sebelum peti di masukan ke dalam tanah. Dia selalu menggumam kan kata maaf pada Karenina. Meskipun terlambat.

Tom maju bersama ibu nya. Bisa terlihat mata nya yang membengkak. Pertanda lelaki juga bisa menangis seharian karena rasa sakit kehilangan

Mom Tasha mengelus pundak nya pelan memberi kekuatan.

Tom meraih pipi sahabat yang di cintai nya.

"Semoga kau tenang dan bahagia disana"

Hingga akhirnya Niall berjalan mendekat dengan membawa se buket bunga mawar putih.

Niall sudah bertekat untuk tidak menangis. Namun maaf. Air mata nya tetap mengalir tanpa di pinta.

Niall meletakan buketnya di tengah tangan Karenina. Niall mencium kening nya pelan. Selamat tinggal dan Maaf adalah kata terakhir yang bisa di ucapkan.

Peti itu tertutup dan dimulailah sesi pemakaman nya.

Perlahan mereka mulai pergi meninggalkan pemakaman, hanya tinggal beberapa orang yang berada disana. Louis. Niall. Tom

"Semoga kau bahagia disana Karenina" ucap Tom sambil mengelus batu Nisan dan bangkit lalu meninggalkan makam.

Niall dan Louis hanya bisa terdiam dan termenung meratapi semua nya. Yang ada tinggal kenangan dan penyesalan yang tak berarti.

"Aku sangat jahat padamu ya Karenina?" ujar Niall sambil menghapus air mata nya yang turun.

Louis menatap nya sedih

"aku yang lebih jahat. Aku menyiksa nya Niall dan dia menderita" tambah Louis

"Oh. Kita berdua tahu kita jahat padanya" tambah Niall.

"Bahagia dan tersenyumlah disana Karenina" Louis mengelus batu nisan Karenina dan bangkit. Sebelum pergi dia memberi tepukan di pundak Niall.

Niall menghela nafas. Dia tahu Karenina tidak akan suka jika dirinya terus bersedih. Tapi kenyataan ini memang menyedihkan bukan ?

KareninaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang