Pagi ini Merlin berangkat sekolah tidak bersama kakaknya, karena mulai saat ini Revan lah yang akan dengan setia mengantar dan menjemputnya.
Tepat di gerbang SMU Harapan Bangsa Revan menghentikan mobilnya lalu turun dan membukakan pintu untuk seorang gadis cantik yang sangat ia cintai.
"Yank nanti pulangnya aku jemput ya," ucap Revan begitu lembut.
"Iya, kamu hati hati ya dijalan, jangan ngebut," sahut Merlin penuh perhatian.
Kejadian itu tak luput dari perhatian sepasang mata yang dari tadi ada di dalam pos satpam.
Mobil cowo itu berlalu dari hadapannya, ia pun berjalan memasuki gerbang sekolah, namun tiba tiba sebuah tangan menariknya.
"Lo kayaknya makin lengket aja nih sama tuh cowo?" Sapa suara yang tadi menariknya.
"Maksud lo apa sih Ren?" Tanya Merlin tak mengerti.
"Kapan lo mau mutusin tuh cowo Mer? Tanya Renna dengan nada dingin.
"Ren gue minta maaf, gue nggak bisa mutusin dia, karena gue benar benar sayang sama dia, lo harus dengar cerita gue Ren, sebenarnya...." Merlin berusaha menjelaskan, tapi omongannya dipotong Renna.
"Gue nggak mau tau gimana ceritanya, yang gue tau lo pernah janji sama gue, lo bakal bantu gue buat ngebalasin sakit hati sodara gue... sekarang gue tagih janji lo,...mana??"
Sahut Renna dengan nada meninggi.
"Ren, ini semua kan bisa kita bicarakan baik baik Ren, nggak usah kayak gini.... malu di liat orang.
Merlin berusaha setenang mungkin, walau ia tak bisa menutupi perasaan malunya, karena setiap anak yang baru melewati gerbang menatap pada mereka, bahkan sebagian ada yang memilih tidak langsung ke kelas, karena ingin melihat, seolah mereka tontonan gratis.
Merlin yang sudah tak tahan lagi langsung berlari ke kelas, semua yang disitu saling pandang dan bertanya...
"Ada apa sih? Kok mereka berantem? Bukannya mereka bersahabat? Alah.... paling masalah cowo!" Begitulah kira kira pertanyaan yang keluar dari mulut mereka.
Merlin hanya diam di kelas, matanya mencari cari Susan, biasanya Susan sudah lebih dulu tiba di sekolah pikirnya. Jika ada Susan setidaknya dia ada teman.
"Mer, lo nggak apa apa? Tanya Ayu sambil duduk disebelah nya.
Merlin hanya menggelengkan kepalanya.
"Lo ada masalah ya sama Renna? Lo bisa cerita ke gue kok, siapa tau gue bisa bantu," ucap Ayu pada Merlin.
"Ceritanya panjang Yu, gue nggak mungkin cerita sekarang," jawab Merlin
"Hei dengerin ya semuanya....
Sahabat gue ini ternyata musuh dalam selimut, dia pacaran sama cowo yang udah nyakitin sodara kembar gue, padahal dia janji sama gue bakal membantu...." ucap Renna dengan suara lantang si depan teman teman sekelas Merlin.
Semua mata memandang padanya, pandangan yang dia sendiri sulit mengartikannya.
Ada yang memandang iba, namun tak sedikit yang memandang sinis.
Suara suara tak bertanggung jawab pun terdengar seantero kelas...
"Huh... ngakunya selama ini dingin sama cowo tapi kok cowo kembaran sahabat di embat juga ya..."
"Efek ngejomblo kelamaan kali tuh..."
"Apa udah nggak laku lagi kali ya..."
Merlin menundukkan kepalanya di meja, air mata tak dapat dibendung lagi...
"Mer, coba lo dari dulu nerima gue, kan nggak bakal begini," ucap Ferry cowo yang sok kegantengan di sekolah ini.
"Sekarang kalo lo mau terima gue, gue bakal putusin deh cewe cewe gue..... gimana Mer, lo mau nggak?" Ferry masih terus bicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] Let me love him
Roman pour AdolescentsMerlin yang selama ini dianggap dingin pada lelaki mana pun, perlahan mulai membuka hatinya. Cowo yang dimatanya begitu unik, dan selalu mampu membuat nya tertawa bisa dengan mudah membuat seorang Merlin jatuh hati. Berada di dekat Revan, memberi wa...
![[END] Let me love him](https://img.wattpad.com/cover/95506231-64-k121417.jpg)