Saat Cinta Di Uji

1.4K 74 15
                                        

Revan makan dengan tenangnya, ia bersikap seolah olah tak ada orang lain di dekatnya. Pandangannya tetap lurus kedepan, tanpa melirik ke arah cewe yang ada disampingnya.

Yang ada di pikirannya kini hanya menghabiskan makanannya, lalu ia akan mampir ke mini market mau membelikan susu dan roti untuk gadis pujaannya.

Selama makan ia sama sekali tak berucap barang sepatah kata pun. Makanan yang ada di piringnya hanya tinggal beberapa suap lagi.

"Van, aku minta maaf, sama kamu..., aku mau kita pacaran lagi, aku janji aku bakal merubah semua sifat aku yang bikin kamu nggak nyaman," ungkap Renni sambil memegang tangan Revan.

Revan perlahan melepaskan tangan gadis itu, jujur dia merasa jengah.

"Van ngomong dong jangan cuma diam aja," tambahnya lagi.

Revan menyedot beberapa kali sisa minumannya, lalu berdiri. Tangannya ditarik Renni hingga ia terduduk lagi.

"jadi lo mau gue ngomong apa?" Tanya Revan sedikit emosi.

"Bilang kalo kamu masih sayang sama aku, dan kita pacaran lagi," ucap Renni setengah memaksa.

"Maaf gue nggak ada perasaan apa apa sama lo, karena gue udah punya cewe, gue teramat sayang dan cinta sama dia, jadi nggak akan ada cewe lain dihati gue, dia juga akan jadi cewe terakhir di hidup gue," sahut Revan menjelaskan.

"Nggak.... aku nggak akan pernah terima ada cewe lain di hidup kamu, kamu hanya milik aku Van," Renni memeluk Revan dari belakang.

"Lepasin Ren, jangan bertingkah seperti cewe nggak punya harga diri, antara kita udah nggak ada apa apa, jadi tolong jangan ganggu gue lagi," tutur Revan.

Revan berdiri dan hendak melangkah meninggalkan gadis itu.

"Kalo memang kamu udah punya cewe, aku mau kenal sama dia, dan aku janji, nggak bakal ganggu kamu lagi" sahut gadis itu lirih.

"Oke, kalo itu mau lo, ingat.... gue pegang kata kata lo, kalo lo masih ganggu hubungan gue sama dia, gue nggak akan segan segan bertindak tegas sama lo atau pun saudara kembar lo." Revan sedikit mengancam.

Sebenarnya Renni kaget dengan kata kata Revan, dari mana ia tau kalo Renni mempunyai saudara kembar, karena selama ini gadis itu tak pernah bercerita jika punya saudara kembar.

"Dari mana kamu tau kalo aku punya saudara kembar?" Tanya gadis itu penasaran.

"Itu bukan urusan lo, sorry gue nggak punya banyak waktu, kalo emang lo mau kenal sama cewe gue, lo bisa ikut gue sekarang," Revan berkata tanpa memandang sedikit pun pada gadis itu.

Revan melangkah meninggalkan kantin dan mau buru buru kembali ke ruang perawatan tempat Merlin dirawat. Renni berusaha mengimbangi langkah Revan agar tak tertinggal. Berkali kali ia harus berlari kecil, karena Revan semakin mempercepat langkahnya.

Kini mereka telah tiba di depan ruang VIP 101 tempat Merlin.

"Lo tunggu disini, sampai gue suruh lo masuk," kata Revan

"Oke," jawab gadis itu singkat.

Revan membuka pintu perlahan, Merlin sedang duduk di tepi tempat tidurnya.

Revan langsung berlari menghampiri dan merangkul Merlin, "Sayang, kok kamu udah duduk... emang udah boleh?" Tanya Revan lembut.

"Aku bosan Van, punggungku terasa panas berbaring terus," jawab Merlin manja.

"Ya udah tapi jangan lama lama ya, ntar kamu ngedrop lagi," sambung Revan kemudian.
Yang dijawab Merlin hanya dengan anggukan kepala.

"Sayang, tadi aku ketemu Renni di pendaftaran, dan......" Revan menceritakan semuanya tanpa ada yang ditambah atau dikurangi.

[END] Let me love himTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang