Merlin tercengang seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari Mia.
Jadi seandainya tanpa skenario Renna pun, ia akan tetap kenal dengan Revan.... karena ternyata Revan pun menyimpan rasa padanya.
"Mer.... bengong mulu kesambet aja lu," Susan mengagetkan Merlin.
"Iya nih... Masih mikirin apa lagi sih?" Sambung Mia
"Gue cuma nggak nyangka aja, ada cowo yang sampai sengitunya suka sama gue," jawab Merlin lirih.
"Nah sekarang semuanya terserah lo Mer, lo mau sia siain tuh cowo, atau lo bakal jaga dia sepenuh hati lo," sambung Susan.
"Cakep!!... bener banget tuh Mer, belum tentu ntar lo dapat yang unik begitu," sambar Mia.
"Kok lo bilang dia unik sih?" Merlin heran.
"Ya unik lah, baru ketemu sekali, kenal aja belum, mau nembak juga belum tentu diterima....eh malah bilang mau ngelamar tuh cewe...sedeng kan cowo model begitu," tutur Mia sambil tertawa.
Susan dan Merlin pun jadi ikut tertawa.
"Bener tuh kata Mia, kalo gue jadi elo, nggak bakal pernah gue lepasin cowo begitu, soalnya kan langka," jawab Susan.
"Tapi lo berdua bantu cari solusinya dong cara ngomong sama Renna nya gimana?" Biar Renna bisa terima dan nggak marah sama gue, supaya hubungan gue dengan doi tetep lancar, persahabatan sama Renna juga utuh," jelas Merlin panjang lebar.
"Kamu nggak akan menghadapi ini sendirian sayang, kita akan hadapi semua bersama sama, karena kamu tercipta untuk aku, jadi apapun masalah kamu akan jadi masalah aku juga," sahut Revan sambil merangkul Merlin.
Merlin kaget karena kok tau tau Revan sudah berada diantara mereka, dan menyahuti seolah olah dia mengerti apa yang sedang mereka bicarakan dari tadi.
"Kamu kok ada disini sih van?" Tanya Merlin pada Revan.
"Aku tuh udah dari tadi disini, kamu ya aja yang nggak liat, abis asyik ngobrol.
"Kok tau kalo aku ada disini?" Tanya Merlin yang masih bingung.
"Aku kan punya mata mata yang siap melaporkan semua gerak gerik kamu sama aku," canda Revan.
"Emang tadi kamu denger ya semua yang kita omongin?" Tanya Merlin lagi.
"Iya, semuanya..." kata Revan sambil manggut manggut.
"Ya....dia asyik ngobrol berdua doang, kita dicuekin," sahut Mia menggoda Merlin.
"Iya lah, dunia kan milik kami berdua, lo...lo ... semua pada ngontrak," balas Revan meledek Mia dan Susan.
Mereka semua tertawa.
"Kamu tenang aja kita bakal bareng bareng ngejelasin sama Renna, kalo perlu aku juga jelaskan soal hubungan aku dulu sama kembarannya, bukan aku yang mainin perasaan kembarannya, tapi dia yang terlalu posesif sama aku, lagi pula aku nggak ngerasain nyaman jalan sama dia, beda dengan apa yang aku rasain jalan sama kamu. Makanya aku pengen dimana ada aku disitu ada kamu...," tutur Revan yang disambut cibiran Mia...
Merlin hanya tersenyum karena malu.
"So sweet banget dah lo berdua, bikin ngiri aja," timpal Susan.
*****
Setelah dari cafe Revan mengajak Merlin dan yang lainnya ke Gramed, tapi Susan yang mendadak di telp mamanya harus segera pulang.
"Mer, sorry banget ya, gue sih pengen ngikut lo semua ke gramed, tapi nyokap gue telp, katanya nyokap gue harus ikut bokap gue ke palembang, nenek gue sakit, jadi gue harus buru buru balik nih," ucap Susan juga pada yang lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] Let me love him
Teen FictionMerlin yang selama ini dianggap dingin pada lelaki mana pun, perlahan mulai membuka hatinya. Cowo yang dimatanya begitu unik, dan selalu mampu membuat nya tertawa bisa dengan mudah membuat seorang Merlin jatuh hati. Berada di dekat Revan, memberi wa...
![[END] Let me love him](https://img.wattpad.com/cover/95506231-64-k121417.jpg)