Happy reading
Autor POV
Selesai sudah acara nangis - nangisan tiga hari yang lalu.
Di pagi minggu ini, Hanna di temani kakak beradik yang tidak lain adalah Ali dan Rion.
"Badan lu kecil amet ya Na," celetuk Rion sambil mengusap pelan rambut Hanna.
"Bodo," balas Hanna dengan menjulurkan lidahnya.
"Lu gak sopan ya," kesal Roin dan berlari mengejar Hanna.
Arghhh
"Hanna!" pekik mereka serempak melihat tubuh telungkup diatas aspal.
"Hanna kamu gak apa - apa?" tanya Ali dengan membantu Hanna berdiri.
"Gak apa - apa kok Li," jawab Hanna dengan sedikit meringis.
"Kaki lu berdarah Na," ucap Rion sambil menunjuk dengkul Hanna, wajar saja kebisaaan Hanna yang selalu hobi mengenakan celana kekurangan bahan.
"Aduh," ucap Hanna pelan sambil melihat kearah dengkulnya yang berdarah.
"Ini semua gara - gara kamu Rion, coba kamu gak ngejar Hanna pasti dia gak akan terluka," ucap Ali dengan menatap adiknya itu.
"Gue kan gak tau bang, lo kok sensi amet, Hanna yang luka, biasa aja tuh," balas Rion tidak terima akan ucapan kakaknya itu.
"Tetap aja, ini semua gara - gara loh," ucap Ali dengan tatapan memerah.
"Loh apaan si bang,"
"Cukup," bentak Hanna membuat dua laki - laki itu terdiam.
"Bisa diam gak, sudah gak usah ribut, aku gak apa - apa cuma luka kecil. Kalian terlalu kekanak - kanakan, pusing kepalaku mendengar kalian ribut," kesal Hanna dengan menatap dua sahabatnya itu.
"Maaf," ucap mereka serempak.
"Maaf gak bisa menyelesaian masalah, kakiku sakit, jadi kayak mana ni,"
Akhirnya Hanna berakhir di belakang punggung bidang Rion dengan dua tangan Rion bertumpuh menahan bobot tubuh Hanna.
Sedangkan Ali hanya mengikuti jalan mereka dari balik tubuh Hanna, menatap lekat punggung Hanna dengan sorot mata yang sulit diartikan.
Sesampainya dirumah Hanna, Rion dengan telaten membersihkan luka Hanna dan diperban dengan rapi.
"Kak, hp Lu bunyi," teriak Yuri dari dalam rumah.
"Siapa?" tanya Hanna dengan suara lantang.
"Nicho," saut Yuri didapan pintu, dan menatap kakaknya intens.
"Mau diangkat gak?" tanya Yuri sambil mengangkat telepon bermerek Asus milik Hanna.
"Sini," ucap Hanna singkat dengan menjulurkan tangan kanannya.
"Halo," ucap Hanna setelah mengeser warna hijau.
"Akhirnya aku bisa dengar suara kamu juga Na,"
"Ada apa?" tanya Hanna to the point.
"Kamu apa kabar? Kok selama seminggu ini gak ada kabar," ucap Nicho diujung sana dengan nada sedih.
"Baik, lagi sibuk," balas Hanna seadanya dan kedua sahabat kecil Hanna tampak menatap Hanna dengan isyarat 'siapa'.
Namun Hanna hanya membalas dengan senyuman, lalu kembali fokus dengan si penelpon.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dating In Relationshit
ChickLitLDR --- Rasa nya LDR itu gak enak, gak ada yang merhatiin secara langsung, gak bisa ngelakuin runtinitas kayak orang pacaran, jalan, nonton biskop, makan bareng dan masih banyak lagi. Hanna termasuk salah satu gadis yang mengalami yang nama nya LDR...